AS dan Kolombia Rencanakan Operasi Militer Bersama Pemburu Kartel Narkoba

Smallest Font
Largest Font

Amerika Serikat membuka peluang untuk menggelar operasi militer bersama dengan Kolombia guna menumpas kelompok bersenjata yang dituding terlibat jaringan terorisme dan perdagangan narkoba di kawasan Amerika Latin. Sinyal keterlibatan militer tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth saat menghadiri pertemuan Koalisi Antikartel Amerika di Panama City, Panama, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Hegseth mengonfirmasi bahwa pemerintah Kolombia telah memberikan kewenangan dan ruang bagi pengerahan operasi gabungan untuk menghancurkan jaringan teroris di wilayah darat.

Dalam kesempatan tersebut, Hegseth membenarkan opsi serangan gabungan telah dibahas bersama mitranya dari Kolombia, menyasar kelompok seperti Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan sisa-sisa Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).

"Ya," kata Hegseth, dikutip dari Reuters. Ia menambahkan bahwa kelompok yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Amerika Serikat akan menjadi sasaran sah bagi tindakan militer bersama.

"Organisasi teroris yang ditetapkan, bersama pemerintah mitra, akan menjadi target yang sah bagi pemerintah Amerika Serikat," kata Hegseth. Rencana operasi darat ini menjadi perluasan dari tindakan tegas militer Amerika Serikat yang sejak September 2025 melancarkan pengeboman terhadap kapal-kapal terduga pengangkut narkoba di Karibia dan Pasifik Timur, yang telah menewaskan lebih dari 200 orang.

Hegseth menegaskan bahwa seluruh kemampuan pemerintah Amerika Serikat akan dikerahkan untuk mendekati dan menghancurkan jaringan narkotika transnasional. "Di mana pun Anda menyelundupkan narkoba atau mengancam rakyat Amerika atau mitra-mitra kami, Anda adalah target, sama seperti ISIS atau Al-Qaeda," kata Hegseth. Ia juga menegaskan komitmen penindakan tersebut saat berbicara di hadapan wartawan di Panama.

"Kami akan mendekat dan menghancurkan jaringan-jaringan ini dengan mengerahkan seluruh kemampuan pemerintah Amerika," kata Hegseth.

Kebijakan keamanan baru ini sejalan dengan agenda Presiden baru Kolombia Abelardo De La Espriella yang berkomitmen memberantas tanaman terlarang dan mendukung program Shield of the Americas bentukan Donald Trump. Pemerintah Amerika Serikat menyambut perubahan kepemimpinan tersebut dengan mengumumkan rencana bantuan keamanan sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,86 triliun kepada Kolombia pada Jumat, 7 Agustus 2026. Menteri Pertahanan Kolombia Jorge Eduardo Mora menyatakan kesiapan negaranya memainkan peran strategis di wilayah pesisir Pasifik dan Karibia untuk menghadapi kartel.

"Saya pikir waktunya telah tiba bagi kartel narkoteroris untuk menghadapi kekuatan dan kemampuan seluruh belahan bumi, yang dipimpin oleh Amerika Serikat," kata Mora.

Presiden Panama Jose Raul Mulino turut mendukung koalisi antinarkotika tersebut dan menyebut kelompok kriminal transnasional sebagai ancaman nyata terhadap kedaulatan kawasan. "Tidak akan pernah ada perdamaian yang berkelanjutan jika musuh ini (maju)," kata Mulino.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed