Israel Siapkan Rencana Pemindahan Warga Gaza Tunggu Persetujuan AS
Pemerintah Israel telah menyiapkan rencana pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza dan masih menunggu persetujuan Amerika Serikat terkait negara tujuan pemindahan tersebut, kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada 2 September 2026. Katz menyatakan tidak ada solusi nyata untuk masa depan Gaza tanpa pemindahan warga Palestina dari wilayah tersebut. Menurut Katz, pemerintah Israel sudah siap mengeluarkan warga Gaza melalui jalur laut, udara, dan cara lain yang memungkinkan jika mendapat restu AS.
Gagasan pemindahan ini sebelumnya pernah disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump pada awal masa jabatan keduanya, yang mengusulkan agar sekitar 2 juta warga Palestina meninggalkan Gaza dan wilayah tersebut dijadikan kawasan resor mewah di pesisir Mediterania.
Usulan Trump tersebut mendapat penolakan keras dari Mesir dan warga Palestina yang mengingatkan peristiwa Nakba, pengusiran massal warga Palestina saat pembentukan Israel tahun 1948. Meskipun Trump kemudian membekukan rencana itu setelah tekanan luas, Katz menegaskan gagasan tersebut belum dibatalkan dan masih dibahas, menunggu persetujuan AS dan lokasi negara penerima warga Gaza.
Katz juga mengklaim tanpa bukti bahwa sekitar 80 persen warga Gaza ingin meninggalkan wilayah tersebut, tetapi dihalangi oleh Hamas. Pengusiran paksa warga sipil di wilayah pendudukan termasuk kejahatan perang menurut Konvensi Jenewa, dan Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait dugaan kejahatan perang terhadap beberapa pejabat Israel.
Serangan militer Israel sejak Oktober 2023 setelah serangan Hamas menyebabkan lebih dari 73.000 korban jiwa dan krisis kemanusiaan yang serius di Gaza. Ketegangan internasional meningkat karena rencana pemindahan ini bertentangan dengan hukum internasional dan membangkitkan trauma sejarah pengusiran massal warga Palestina pada 1948.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow