AS Tawarkan Bahan Bakar Nuklir ke Iran di Tengah Eskalasi Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk memasok bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir ke Iran apabila Teheran bersedia menghentikan pengembangan program senjata nuklirnya. Penawaran ini mengemuka di tengah berlanjutnya ketegangan militer dan gangguan jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz. Menteri Energi AS Chris Wright mengungkapkan opsi pengiriman bahan bakar dari luar negeri tersebut guna mendorong penyelesaian konflik diplomatik dengan Iran. "Kami bisa memasok bahan bakar dari luar negeri," kata Chris Wright, Menteri Energi AS.

Wright menambahkan bahwa langkah tersebut dapat membuka kembali peluang bagi Teheran untuk memulihkan hubungan internasionalnya.

"Mereka bisa bergabung lagi dengan komunitas bangsa-bangsa dan membawa perdamaian serta kemakmuran bagi rakyat mereka," kata Chris Wright, Menteri Energi AS. Pernyataan tersebut disampaikan saat AS mendeteksi peningkatan aktivitas konstruksi di dekat kompleks nuklir Natanz dan area Pickaxe Mountain, yang memicu ancaman serangan militer dari Presiden AS Donald Trump.

"Kita mungkin akan segera menyerang Pickaxe," kata Donald Trump, Presiden AS. Eskalasi militer antara kedua negara yang berlangsung sejak akhir Februari telah mengganggu arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz dan memicu lonjakan harga energi global, di mana minyak mentah Brent menembus US$107,11 per barel dan WTI mencapai US$102,39 per barel.

Di sela-sela kunjungannya ke Irlandia pada Minggu (13/9), Donald Trump menyatakan AS berpeluang mempertahankan kehadiran militernya untuk menguasai sumber daya minyak Iran, sebagaimana skenario pengelolaan cadangan minyak di Venezuela. "Pada akhirnya kita akan keluar (dari Iran), kecuali jika kita memutuskan untuk tetap bertahan dan menguasai minyaknya seperti di Venezuela," kata Donald Trump, Presiden AS. Trump memproyeksikan konflik tersebut dapat berakhir sebelum atau sesudah pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang, serta mengklaim pihak Teheran terus berupaya membuka jalur komunikasi.

"Teheran terus-menerus menelepon (untuk perundingan damai)," kata Donald Trump, Presiden AS.

Selain itu, Trump menegaskan bahwa negara-negara yang memanfaatkan jalur pelayaran Selat Hormuz harus memberikan kompensasi finansial kepada Washington atas pengamanan kawasan tersebut. "Minyak mengalir melalui Selat Hormuz. Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak membantu kami, seharusnya, dan akan, mengganti rugi kepada Amerika Serikat ketika konflik yang penuh tipu daya ini berakhir," kata Donald Trump, Presiden AS. Upaya penandatanganan kesepakatan rute pelayaran antara Oman dan Iran yang sedianya dijadwalkan pada Senin resmi ditunda oleh Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi karena belum tercapainya konsensus antarnegara Teluk.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed