Aset dan Laba Bersih Alamtri Resources Melonjak pada Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan lonjakan total aset menjadi USD7,8 miliar hingga Juni 2026 dari posisi sebelumnya USD6,81 miliar. Pertumbuhan aset ini terjadi seiring dengan peningkatan persediaan aluminium ingot dan aset tetap perserioan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Jumat, 28 Agustus 2026, lonjakan tersebut diiringi kenaikan laba bersih sebesar 76,83 persen menjadi USD309,36 juta atau sekitar Rp5,52 triliun pada semester I-2026. Capaian ini melesat dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD174,94 juta.

Kenaikan kinerja keuangan ADRO disokong pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 16,51 persen menjadi USD999,24 juta. Segmen pertambangan menjadi kontributor terbesar senilai USD581,80 juta, disusul jasa pengolahan pertambangan USD470,81 juta, serta sektor lainnya USD28,87 juta.

Pada rincian penjualan hasil tambang, porsi pihak ketiga mendominasi sebesar USD370,26 juta yang terbagi untuk pasar domestik USD244,94 juta dan ekspor USD125,32 juta. Penjualan ke pihak berelasi tercatat menyumbang USD210,12 juta.

Strategi efisiensi efisien berhasil menekan total beban usaha sebesar 3,31 persen menjadi USD58,34 juta, sementara beban pokok pendapatan terjaga stabil di angka USD576,55 juta. Kondisi ini membikin laba kotor melonjak 48,69 persen menjadi USD422,68 juta dan laba usaha melesat ke level USD381,76 juta.

Liabilitas perusahaan mengalami kenaikan menjadi USD2,68 miliar akibat perjanjian sewa baru bangunan dan peralatan. Sementara itu, total ekuitas naik menjadi USD5,13 miliar berkat penarikan fasilitas pinjaman tambahan guna membiayai proyek smelter aluminium.

Penguatan kinerja tebal ini turut mendorong pergerakan saham ADRO di Bursa Efek Indonesia hingga sempat menyentuh level Rp2.630 per saham pada Senin, 24 Agustus 2026. Transaksi penjualan aluminium oleh anak usaha, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), yang dimulai sejak Juni 2026 turut menopang sentimen positif tersebut.

Di sisi lain, anak usaha perseroan yakni PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sedang melakukan transformasi bisnis menuju produsen logam terstruktur. Lembaga KB Valbury Sekuritas memberikan penilaian positif terhadap langkah transformasi tersebut.

"ADMR memiliki potensi re-rating yang bersifat struktural dan berlangsung dalam beberapa tahun, seiring kontribusi aluminium yang semakin besar terhadap bisnis perusahaan," kata Analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti.

Transformasi ADMR didukung oleh proyeksi Bloomberg Intelligence terkait defisit pasokan aluminium global sebesar 2,2 juta ton pada 2026. Laba bersih ADMR diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 24 persen hingga 2030, kendati masih menghadapi risiko keterlambatan operasional smelter dan fluktuasi harga komoditas.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed