Tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak KKB di Papua

Smallest Font
Largest Font

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026). Ketiganya sedang menjalankan tugas penyaluran bantuan pangan saat diadang dan ditembak pelaku.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli menegaskan ketiga korban bukan anggota TNI atau intelijen militer. Mereka adalah pegawai Dinas Pertanian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bertugas di Papua.

“Itu memang pekerja, orang dari NTT, orang masih muda ingin membantu di daerah Papua,” ujar Maruli, Sabtu (12/9/2026).

Maruli menambahkan narasi yang menyebut korban sebagai intel TNI sering muncul setelah warga sipil menjadi target serangan. Ia meminta publik untuk memverifikasi latar belakang korban, yang sehari-hari bekerja di sektor pertanian.

“Sekarang menyerang yang sipil di situ, semua dianggap intel. Itu berulang-ulang bicaranya seperti itu,” kata dia.

“Silakan dicek saja secara umum. Apakah betul orang-orang itu intel-intel kami. Kan mereka pekerja-pekerja pertanian itu. Ada umur masih 24 tahun baru mulai kerja di sana,” ujar Maruli.

Salah satu korban, Alfonsius Albinus Mehan (35), dokter hewan asal Sikka, NTT, telah mengabdikan diri selama sembilan tahun di Jayawijaya. Ibunda Alfonsius, Maria Sukardiam, mengungkapkan putranya selalu berkomitmen membantu masyarakat pedalaman Papua.

“Saya pertama memang berat,” ungkap Maria dengan nada sedih.

“Biar mama doa saja, saya nekat mau jalan, dari pada di Bandung juga tidak lulus, mama tidak usah pikir nanti kepala dinas yang jemput saya,” kata Maria menirukan ucapan Alfonsius sebelum berangkat.

“Kadang saya larang, saya bilang jangan lihat nilai uangnya,” ujar Maria mengenang nasihatnya kepada Alfonsius.

“Bilang mama, saya mau pulang. Tidak usah kirim mama uang. Makan di sini juga tidak susah. Biar ubi, pisang, saya juga bisa makan,” tutur Maria mengenang percakapan terakhir.

“Saya tidak mau anak saya dibuat begitu, saya tidak mau, dia diadang 10 orang di jalan, kenapa sampai begitu?” ucap Maria sambil meneteskan air mata.

Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, menyatakan jenazah korban berinisial WB telah dipulangkan ke Kupang, NTT, via Wamena, Sentani, Makassar, dan Jakarta. Jenazah diperkirakan tiba di Bandara El Tari pukul 07.00 waktu setempat, Sabtu (12/9/2026).

“Jenazah (korban) atas nama WB telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang,” kata Yusuf.

“Pagi ini sekitar pukul 07.00 waktu setempat akan tiba di Bandara El Tari,” kata Yusuf.

Dua jenazah lainnya, Aprida Rapi (49) dan Wili Mbuik (25), masih berada di Jayawijaya dan dijadwalkan dipulangkan ke Maumere, NTT, dan Toraja, Sulawesi Selatan.

Kepala Operasional Damai Cartenz, Inspektur Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menyebut penyelidikan sementara mengarah pada anggota KKB Kodap III Ndugama. Polisi telah mengidentifikasi dua terduga pelaku dan terus mendalami kasus ini.

“Dari hasil penyelidikan sementara diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama namun siapa pelakunya masih didalami,” ujar Faizal.

Kronologi kejadian: rombongan 11 ASN menggunakan dua kendaraan diadang kelompok bersenjata. Tiga korban dipisahkan, dibawa ke belakang mobil, lalu ditembak hingga tewas di lokasi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed