Astra Siapkan Buyback Saham Rp8 Triliun dan Fokus Bisnis Inti

Smallest Font
Largest Font

PT Astra International Tbk (ASII) mengalokasikan dana hingga Rp8 triliun untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Langkah strategis ini diumumkan dalam acara Public Expose Live 2026 pada Kamis, 10 September 2026, sebagai bentuk eksekusi dari alokasi modal perseroan.

Aksi korporasi ini telah mengantongi persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 17 Juli 2026. Program buyback ini menjadi bagian dari Strategy Roadmap baru perseroan yang bertumpu pada empat pilar utama, yaitu Focus, Clarity, Discipline, dan Commitment.

"Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi, dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin," ujar Presiden Direktur Astra Rudy.

Astra memilih untuk mempertajam fokus usahanya pada tiga sektor bisnis inti, meliputi Otomotif, Jasa Keuangan, serta Solusi Pertambangan dan Alat Berat. Sebagai langkah lanjutan, perseroan berencana menaikkan kepemilikan saham di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dari 80 persen menjadi 84,9 persen, dengan tetap menjaga batas free float minimal 15 persen.

"Jadi kami juga punya rangka alokasi modal, kriteria investasi yang cukup jelas untuk mencerminkan penggunaan modal yang lebih disiplin ke depan," kata Rudy.

Di samping itu, anak usaha perseroan, PT United Tractors Tbk (UNTR), turut menyiapkan program buyback saham baru dengan batas maksimal Rp2 triliun untuk periode tiga bulan. Sebelumnya, kolaborasi buyback antara Astra dan UNTR sejak November 2025 telah merealisasikan dana sebesar Rp7,4 triliun hingga akhir Juni 2026.

"Sekarang bagaimana dengan wider portfolio, ini selalu kami evaluasi satu per satu, jadi bisnisnya yang strategic fit dengan dan mendukung ekosistem, serta memberikan return yang baik itu akan terus kami kembangkan, termasuk apabila memenuhi kriteria tersebut. Tapi dibutuhkan partner untuk menambah kapabilitas kami, kami terbuka untuk itu," terang Rudy.

Manajemen perseroan juga menerapkan Management Share Ownership Program (MSOP) demi menyelaraskan insentif kepemimpinan dengan nilai jangka panjang. Sepanjang semester I-2026, Astra membukukan pendapatan bersih konsolidasian senilai Rp157,9 triliun dan laba bersih konsolidasian sebesar Rp12,5 triliun.

"Jadi kita bisa melihat bahwa sepanjang semester 1 2026 kinerja otomotif dan jasa keuangan tetap resilient, mengimbangi pelemahan di mining solution and heavy equipment," kata Rudy.

Pertumbuhan laba segmen Otomotif tercatat naik 9 persen menjadi Rp5,9 triliun, sedangkan segmen Jasa Keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp4,6 triliun. Perseroan memproyeksikan sektor Solusi Pertambangan dan Alat Berat akan membaik pada semester II-2026 seiring beroperasinya kembali tambang emas Martabe serta revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara.

"Dan memasuki semester 2 kami memperkirakan bahwa otomotif dan jasa keuangan akan tetap resilient. Sementara mining solution and heavy equipment berpotensi membaik," ujarnya.

Untuk menopang operasional sepanjang 2026, perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp36 triliun, yang terbagi atas Rp15 triliun untuk maintenance capex dan Rp20 triliun untuk investasi. Hingga pertengahan tahun, penyerapan capex telah mencapai Rp16,9 triliun, termasuk dialokasikan untuk akuisisi tambang emas Arafura Surya Alam oleh grup United Tractors.

"Itu didukung oleh kembalinya tambang emas Martabe yang sudah mulai beroperasi sejak Mei 2026, dan juga peningkatan potensi produksi batu bara di mana ada revisi RKAB di semester 2 ini," kata Rudy.

Astra tetap optimistis menutup tahun 2026 dengan torehan kinerja positif meski dinamika perekonomian domestik maupun global masih dibayangi berbagai tantangan.

"prospek sampai akhir tahun 2026 cukup positif. Jadi sih optimistik lah, meskipun berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini dari jarang tantangan global maupun domestik," lanjut Rudy.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed