Asuransi Astra Luncurkan Pembaruan Aplikasi MyGarda di Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Asuransi Astra resmi meluncurkan pembaruan aplikasi MyGarda di Jakarta Selatan pada Jumat (11/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk menyediakan layanan terpadu asuransi kendaraan, perjalanan, hingga kesehatan yang mempermudah para pengguna.

Peluncuran fitur digital terbaru pada ekosistem Garda Oto ini dilansir dari Detik Oto. Aplikasi tersebut membawa fitur Virtual Survey untuk klaim kerusakan lewat panggilan video serta pembaruan pada armada bantuan darurat Garda Siaga.

Transformasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pelanggan yang terus dikembangkan oleh pihak manajemen perusahaan.

"Aplikasi adalah apa yang pelanggan lihat di layar, tetapi pengalaman pelanggan ditentukan oleh apa yang terjadi di balik layar. Apakah prosesnya mudah, responnya cepat, informasinya jelas, dan apakah ketika dibutuhkan kami benar-benar hadir. Inilah transformation beyond the screen yang diusung MyGarda," ujar Siswadi, Direktur Astra sekaligus Director In-Charge Astra Financial.

Peremajaan armada Garda Siaga dilakukan dengan menghadirkan truk towing jenis hydraulic flatbed dan car carrier. Penambahan unit baru ini ditujukan untuk merespons pertumbuhan populasi kendaraan modern yang makin kompleks.

"Garda Siaga melakukan peremajaan armada dengan menghadirkan hydraulic towing and hydraulic car carrier. Tahun 2026, perkembangan kendaraan semakin modern dan kompleks," kata President Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus.

Penggunaan teknologi pengangkut ini memosisikan kendaraan secara utuh di atas flatbed tanpa ditarik dengan tumpuan roda. Mekanisme tersebut meminimalisasi risiko benturan serta kerusakan pada sistem penggerak mobil listrik maupun hibrida.

"Banyak jenis kendaraan seperti hybrid, plug-in EV, battery EV yang semakin diminati masyarakat. Hal ini membuat kebutuhan terhadap proses evakuasi kendaraan yang aman semakin tinggi. Untuk itu, Garda Siaga kembali melakukan peremajaan armada dengan menghadirkan hydraulic flatbed," jelas Maximiliaan Agatisianus.

Sistem flatbed memungkinkan dek bagian atas diturunkan hingga rata dengan permukaan jalan. Posisi kendaraan kemudian dikunci secara penuh untuk menjaga stabilitas selama proses pengangkutan ke lokasi tujuan.

"Dengan teknologi hydraulic flatbed, kendaraan tidak ditarik dengan bertumpu pada roda depan atau belakang. Melainkan diangkut secara utuh di atas top deck. Top deck-nya dapat diturunkan hingga mencapai permukaan jalan sehingga kendaraan dapat dinaikkan dengan lebih aman," kata Maximiliaan Agatisianus.

Metode pengangkatan ini memberikan rasa aman bagi para pemilik kendaraan listrik saat mengalami situasi darurat di jalan raya.

"Metode ini membantu meminimalisir kerusakan selama proses evakuasi, terutama pada kendaraan modern seperti kendaraan listrik atau kendaraan EV. Setelah berangkat di atas top deck, kendaraan akan diamankan agar tetap stabil, tidak bergeser selama perjalanan hingga tiba di lokasi tujuan," jelas Maximiliaan Agatisianus.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed