Badai Terjang Afrika Selatan 60 Sekolah dan Ratusan Rumah Rusak
Pusat Manajemen Bencana Provinsi North West (PDMC) Afrika Selatan menggelar penilaian risiko pascabadai ekstrem dan angin kencang yang menerjang wilayah tersebut sejak 4 hingga 6 September 2026. Bencana cuaca ini merusak fasilitas publik, fasilitas kesehatan, perpustakaan, jalan raya, serta menyebabkan 60 sekolah dan ratusan rumah warga rusak.
Dampak terparah tercatat di permukiman warga, di mana Distrik Bojanala melaporkan 53 rumah dan 21 bangunan tidak permanen rusak. Di Distrik Ngaka Modiri Molema, sebanyak 94 rumah terdampak, satu korban jiwa dilaporkan di Desa Mareetsane, serta dua orang mengalami luka-luka akibat kebakaran rumah di Danville. Sementara itu, Distrik Dr Ruth Segomotsi Mompati mencatat 32 rumah rusak dan 11 di antaranya terendam banjir. Kerusakan juga meluas ke Distrik Dr Kenneth Kaunda dengan 13 rumah rusak, serta meluapnya air di jalan N14 antara Vryburg dan Kuruman yang menghambat akses kendaraan berat.
Penanganan bencana dilakukan melalui aktivasi Komite Koordinasi Bersama Provinsi (PJCC) untuk mengintegrasikan bantuan logistik dan pemulihan infrastruktur. Bantuan darurat berupa selimut, kasur, dan paket bahan pangan telah disalurkan kepada keluarga terdampak. Proses verifikasi data dari tingkat pemerintah daerah masih berlangsung untuk pengajuan dukungan anggaran dari Pusat Manajemen Bencana Nasional (NDMC).
"North West termasuk di antara provinsi yang terdampak parah oleh kondisi cuaca buruk. Berdasarkan laporan awal kami, infrastruktur kritikal telah terdampak, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan, perpustakaan, dan jalan," kata Kepala PDMC Tebogo Gaolaolwe.
Ia memaparkan skala kerusakan bangunan tempat tinggal yang terdata di berbagai wilayah distrik.
"Kami juga dapat mengonfirmasi bahwa 60 sekolah telah terdampak. Dampak paling signifikan tercatat pada properti permukiman. Di Distrik Bojanala, 53 rumah dan 21 struktur tidak permanen atau gubuk terdampak," ujar Gaolaolwe.
Proses pemulihan wilayah kini telah memasuki tahapan klasifikasi bencana untuk realokasi anggaran sektor terkait.
"Informasi tersebut akan menjadi dasar permohonan bantuan melalui Pusat Manajemen Bencana Nasional (NDMC)," kata Gaolaolwe.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan otoritas nasional sedang berjalan aktif.
"Kami sudah berinteraksi dengan NDMC melalui forum penasihat kami. Pada tahap ini, kami telah bergerak melampaui deklarasi dan telah mencapai fase klasifikasi bencana," kata Gaolaolwe.
Langkah ini diambil guna mempercepat pendistribusian dana ke daerah terdampar.
"Hal ini akan memungkinkan penataan ulang prioritas dan pengalokasian kembali pendanaan untuk mendukung departemen sektor dan kotamadya yang terdampak," ujar Gaolaolwe.
Penanganan jangka panjang meliputi rehabilitasi fisik dan koordinasi dengan lembaga sosial.
"PDMC, sebagai otoritas penanggung jawab PJCC yang terdiri dari departemen sektor provinsi, kotamadya, otoritas tradisional, dan entitas pemerintah, terus memantau situasi secara ketat di seluruh provinsi," kata Gaolaolwe.
Upaya rekonstruksi dipastikan tetap berjalan hingga seluruh infrastruktur pulih.
"Pusat ini akan terus mengoordinasikan dan memfasilitasi upaya bantuan, rekonstruksi, dan rehabilitasi untuk memastikan masyarakat yang terdampak menerima dukungan yang diperlukan dan infrastruktur yang rusak dipulihkan secepat mungkin," ujar Gaolaolwe.
Dinas Pendidikan North West menyiapkan skema khusus guna mengantisipasi gangguan kegiatan belajar mengajar menjelang ujian akhir Sekolah Menengah Atas (Sertifikat Senior Nasional). Dinas menerapkan sistem giliran atau platoon system untuk membagi waktu belajar siswa menjadi sesi pagi dan siang pada sekolah yang ruang kelasnya terbatas atau rusak.
"Departemen menyadari tahap krusial dalam tahun akademik ini dan akan memprioritaskan keberlanjutan pembelajaran bagi seluruh siswa kelas 12 di sekolah-sekolah yang terdampak," kata Kepala Komunikasi Dinas Pendidikan North West Dr Elias Malindi.
Evaluasi infrastruktur sekolah terus dilakukan oleh tim ahli di lapangan.
"MEC untuk Pendidikan Dr Desbo Mohono menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kerusakan luas yang disebabkan oleh angin kencang di sekolah-sekolah di seluruh North West. Departemen akan menerjunkan tim infrastruktur untuk menilai tingkat kerusakan dan menentukan langkah-langkah alternatif guna memastikan pengajaran dan pembelajaran tidak terganggu di sekolah-sekolah yang terdampak," ujar Malindi.
Pemerintah daerah menargetkan perbaikan bangunan sekolah dapat rampung sebelum dimulainya kuartal keempat persekolahan.
"Penilaian terbaru ini hadir pada waktu yang sangat sulit bagi departemen, yang sedang merespons dampak merusak dari insiden kebakaran sekolah baru-baru ini. Kerusakan akibat badai telah memberikan tekanan tambahan pada program infrastruktur dan upayanya untuk memastikan sekolah menyediakan lingkungan yang aman serta kondusif untuk belajar mengajar," kata Anggota Dewan Eksekutif (MEC) Pendidikan North West Dr Desbo Mohono.
Jaminan keberlanjutan pembelajaran diberikan kepada para siswa akhir yang menghadapi ujian nasional.
"Saya ingin secara khusus meyakinkan para siswa Kelas 12, pendidik, dan orang tua kami bahwa kami memahami pentingnya periode ini dalam kalender akademik. Program pembelajaran mereka harus tetap berlanjut, dan kami akan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung mereka saat bersiap menghadapi ujian akhir," ujar Mohono.
Kerusakan sekolah juga tercatat di unit pendidikan lain, seperti Refentse Secondary School di Delareyville yang mengalami kerusakan atap pada ruang kelas rakitan. Ketua Badan Pengelola Sekolah (SGB) Refentse Secondary School menggambarkan situasi saat peristiwa terjadi.
"Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 19.30 malam, ketika para siswa matrikulasi sedang berada di kamp matrikulasi bersama guru-guru mereka dan seorang anggota SGB. Para siswa ketakutan, dan kami sebagai orang tua juga merasa takut. Sekolah mengalami kerusakan parah.
Atap-atap terangkat ke udara dan terlempar ke mana-mana. Itu adalah pemandangan yang sangat menyakitkan untuk dilihat," kata Ketua SGB Refentse Secondary School Basiami Mosiako.
Cuaca ekstrem akibat peringatan badai dari Layanan Cuaca Afrika Selatan (SAWS) ini turut melanda provinsi lain. Di Gauteng, curah hujan tinggi menyebabkan banjir lokal di Johannesburg dan evakuasi delapan keluarga di Linden. Sementara di Northern Cape dan KwaZulu-Natal, gelombang tinggi serta angin kencang merusak sarana jalan dan beberapa sekolah setempat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow