Banjir Bandang di Nepal dan Tibet Sebabkan 1.400 Orang Hilang dan 400 Jiwa Melayang
Banjir bandang yang terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet sejak Rabu pagi telah menyebabkan sekitar 1.400 orang hilang dan hampir 400 korban jiwa, menurut laporan Detikcom.
Banjir ini dipicu oleh runtuhnya gletser yang mendorong bebatuan, es, lumpur, dan puing-puing ke sungai pegunungan, menyebabkan terbentuknya danau yang berisiko jebol dan memicu banjir baru, dilansir The Guardian.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengonfirmasi bahwa peristiwa seismik ini disebabkan oleh runtuhnya gletser yang menyumbat aliran sungai, membentuk bendungan alami. Jika bendungan ini jebol, air dari pencairan gletser akan mengalir deras sebagai banjir bandang atau glacial lake outburst flood (GLOF).
Ahli geologi dari Otoritas Penanggulangan Bencana Nepal, Prakash Pokharel, menjelaskan,
"Banjir yang meliputi gletser" itu terjadi di Sungai Lhende akibat longsoran es dan batu di sisi Nepal, kata Prakash Pokharel, dilansir Al Jazeera.
Faktor runtuhnya gletser berkaitan dengan gravitasi di lereng gunung. Pejabat manajemen bencana Nepal menyatakan, citra satelit Planet Labs menunjukkan longsoran es dan batu gletser ke Sungai Lhende di Tibet, sekitar 20 km dari perbatasan Nepal-China.
Profesor madya dari Universitas Calgary, Dan Shugar, menambahkan,
"Bagian bawah gletser terlepas pada ketinggian sekitar 5.200 meter dan jatuh ke dasar lembah sekitar 1.200 meter di bawahnya," kata Dan Shugar.
Banjir bandang ini menghancurkan rumah-rumah, menghanyutkan jembatan logam, dan mengapungkan mobil. Saksi mata melaporkan sebuah desa tenggelam oleh air.
Dosen geologi teknik Universitas Sikkim, Vikram Gupta, menyatakan sebagian ujung gletser yang runtuh membawa banyak batuan dan sedimen.
Keshav Prasad Baral, penyintas banjir yang sedang dirawat di rumah sakit, menyampaikan pengalamannya,
"Semburan lumpur besar datang langsung ke arah saya dan semakin tinggi," ujar Baral.
Dia berusaha menyelamatkan istrinya, tapi istri Baral tersapu lumpur dan sampai kini belum ditemukan.
"Istri saya masih berada di suatu tempat di bawah lumpur," kata Baral, "Dia sudah tiada."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow