Bau Ganja Ganggu Laga Aryna Sabalenka di US Open 2026
Petenis tunggal putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, sempat menghentikan jalannya pertandingan babak ketiga US Open 2026 di New York akibat terganggu aroma menyengat ganja yang masuk ke area lapangan Stadion Louis Armstrong.
Insiden tersebut terjadi saat atlet asal Belarusia itu unggul 3-0 pada set pertama sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan dua set langsung 6-3, 6-4 atas wakil Uzbekistan, Kamilla Rakhimova.
Usai laga, Sabalenka mengungkapkan rasa terganggunya ketika berusaha tampil maksimal di lapangan. Ia juga tidak mengetahui pasti asal asap tersebut karena angin berembus cukup kencang dari luar stadion.
"Seseorang sedang merokok ganja, apakah Anda keberatan... karena aromanya sangat kuat," kata Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia.
Umpire Eva Asderaki-Moore langsung berkoordinasi via radio usai mendengarkan laporan tersebut. Gangguan ini tidak menghentikan dominasi sang juara bertahan yang mencetak 10 as dan mengamankan kemenangan ke-16 secara beruntun di Flushing Meadows.
"Teman-teman, Anda bisa melakukan apa saja, Anda bisa merokok apa saja, Anda bisa bersantai sebanyak yang Anda bisa, tapi tolong, jangan lakukan itu di sekitar lapangan tenis. Agak sulit untuk menangani bau itu saat Anda mencoba bersaing di level terbaik Anda," ujar Aryna Sabalenka, petenis Belarusia.
Isu aroma ganja telah menjadi pembahasan rutin dalam turnamen di New York lantaran legalitas penggunaannya bagi warga berusia 21 tahun ke atas. Petenis lain seperti Katie Boulter, Harriet Dart, hingga Alexander Zverev juga pernah melontarkan keluhan serupa pada edisi sebelumnya.
"Itu sangat kuat, ya. Juga, karena saat itu sedikit berangin. Saya tidak tahu apakah itu datang dari penonton atau dari luar karena angin membawanya ke dalam stadion.
Saya tidak tahu. Saya hanya berharap mereka akan sedikit lebih sadar akan hal-hal seperti itu," kata Aryna Sabalenka, juara bertahan US Open.
Mengenai polemik atmosfer pertandingan, petenis unggulan ketiga asal Amerika Serikat, Jessica Pegula, memberikan pandangannya. Ia menganggap kekacauan kecil sebagai ciri khas penyelenggaraan turnamen di New York.
"Itu membuatnya menyenangkan, karena khas New York yang begitu kacau dan tidak terorganisir. Tapi ya, tentu saja, saya pikir ada hal-hal yang dapat ditingkatkan untuk memastikan bahwa pertandingan adalah pertandingan tenis dan tidak membiarkan faktor lain mengganggu," kata Jessica Pegula, petenis unggulan ketiga.
Pegula menambahkan bahwa edukasi etika menonton tenis sangat penting bagi para pengunjung stadium, termasuk para kreator konten yang hadir.
"Jelas, merokok ganja tidak disarankan. Saya pikir itu harus menjadi hal yang jelas. Itu bisa saja seseorang yang merokok saat istirahat di belakang stadion, tanpa ada yang tahu. Tapi ya, untuk selebihnya, ini hanya masalah etika," ujar Jessica Pegula, petenis asal Amerika Serikat.
Kelolosan ini membawa Sabalenka melaju ke babak keempat untuk berhadapan dengan wakil tuan rumah, Taylor Townsend. Sementara itu di kelompok putra, juara bertahan Carlos Alcaraz turut mengamankan tiket 16 besar setelah menundukkan Wu Yibing dari China 6-3, 6-4, 6-1.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow