BCA Umumkan Perubahan Pengendali Saham Usai Saham Michael Hartono Dibagi
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan perubahan pengendali saham perusahaan sehubungan dengan wafatnya Michael Bambang Hartono pada Maret 2026. Robert Budi Hartono kini tercatat sebagai pemegang saham pengendali terakhir perseroan melalui PT Dwimuria Investama Andalan.
Kepemilikan saham almarhum Michael Hartono sebesar 49 persen di PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) telah dibagi rata kepada empat ahli warisnya. Setiap ahli waris menerima saham bernilai sekurang-kurangnya 2,93 miliar dolar AS atau sekitar Rp52,38 triliun berdasarkan kurs Rp17.879 per dolar AS.
Perubahan struktur kepemilikan tersebut telah dicatat secara resmi dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penegasan status pengendali disampaikan oleh pihak manajemen bank swasta tersebut berdasarkan surat OJK tertanggal 29 Juli 2026.
"Dengan demikian Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono," kata Corporate Secretary BCA, Rudy Budiardjo.
Porsi kepemilikan saham Robert Budi Hartono di PT DIA dilaporkan tidak mengalami perubahan, yaitu tetap sebesar 51 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Melalui kepemilikan PT DIA atas BBCA, nilai saham almarhum Michael Hartono di bank tersebut sempat menyentuh angka sekitar Rp200 triliun per 13 Agustus 2026.
Selain pada sektor perbankan, PT DIA tercatat memegang 19,95 persen saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan nilai mencapai Rp4,6 triliun, yang mana bagian kepemilikan almarhum Michael di saham tersebut bernilai sekitar Rp2,25 triliun. Grup usaha keluarga Hartono ini juga mengoperasikan bisnis di bidang rokok, pusat perbelanjaan, hingga perkebunan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow