BEI Buka Suspensi Saham BAJA Usai Cetak Laba Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi I Periodic Call Auction pada Rabu (19/8/2026). Langkah pencabutan gembok suspensi tersebut dilakukan otoritas bursa usai emiten manufaktur baja ini mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I-2026.

Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan menyampaikan keputusan pembukaan kembali perdagangan saham tersebut secara tertulis.

"Suspensi saham tersebut dibuka kembali di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi I Periodic Call Auction tanggal 19 Agustus 2026," kata Endra Febri Styawan, Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.

Sebelumnya, BEI sempat membekukan sementara transaksi saham BAJA akibat lonjakan harga secara kumulatif sebesar 126 persen dalam kurun waktu satu bulan ke level Rp362 per saham. Bersamaan dengan suspensi BAJA, pada 19 Agustus 2026 BEI juga menghentikan perdagangan lima saham lain, yakni WIKA, BEEF, YPAS, DOOH, dan AGAR.

Untuk saham BEEF, YPAS, DOOH, dan AGAR, penghentian dilakukan imbas kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Sementara WIKA disuspensi akibat menunda pembayaran bunga Obligasi dan pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah yang dijadwalkan pada 18 Agustus 2026.

Endra Febri Styawan menjelaskan penanganan terhadap deretan emiten yang terkena penghentian sementara tersebut.

"Penghentian saham ini dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi Pra-Pembukaan tanggal 19 Agustus 2026 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut sebagai bentuk perlindungan bagi Investor," ujar Endra Febri Styawan, Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.

Secara operasional, peningkatan kinerja BAJA terdorong oleh peningkatakan penjualan bersih hingga 85,74 persen menjadi Rp634,54 miliar per Juni 2026. Hasil positif ini membalikkan posisi dari rugi bersih Rp16,53 miliar pada semester I-2025 menjadi laba bersih Rp21,33 miliar. Laba bersih per saham dasar otomatis terangkat ke posisi Rp11,85 dari sebelumnya minus Rp9,18.

Manajemen BAJA mengonfirmasi bahwa pemicu utama lonjakan penjualan yakni revisi aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) baru untuk produk galvalum dan pre-painted galvalum yang dipakai pada konstruksi atap serta rangka bangunan.

Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama Tbk, Handaja Susanto membeberkan dinamika pasar baja nasional pasca-penerapan regulasi mutu tersebut.

"Implementasi SNI yang baru menyebabkan berkurangnya volume produk impor di pasar untuk sementara," kata Handaja Susanto, Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama Tbk.

Memanfaatkan momen ini, perseroan memperkuat penetrasi produk galvalum untuk segmen proyek serta merilis varian pre-painted galvalum dengan spesifikasi cat tingkat tinggi.

Handaja Susanto memaparkan strategi efisiensi pasar yang tengah dijalankan manajemen perseroan.

"Hal utama dari keduanya adalah masuk ke segmen pasar yang lebih baik di mana spesifikasi produk dan kualitas lebih diutamakan dan tidak sensitif harga," kata Handaja Susanto, Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama Tbk.

Kinerja pendapatan laba kotor tercatat meroket menjadi Rp50,46 miliar meski beban pokok penjualan membengkak ke Rp584,07 miliar. Efisiensi tercapai pada total beban usaha yang turun menjadi Rp9,57 miliar, walaupun terdapat kerugian selisih kurs senilai Rp13,2 miliar. Total aset BAJA tumbuh menjadi Rp769,44 miliar dengan ekuitas Rp42,67 miliar dan liabilitas Rp726,76 miliar.

Pasokan produk baja impor diperkirakan masih menguasai 40 hingga 50 persen pasar nasional. Manajemen mengantisipasi tren penjualan akan kembali normal begitu importir memenuhi kualifikasi SNI baru, sembari mencermati krisis Teluk, nilai tukar rupiah, dan realisasi belanja infrastruktur APBN. Di samping mematangkan rencana aksi rights issue, sejak 10 Agustus 2026 BEI menetapkan status High Shareholding Concentration (HSC) pada BAJA lantaran 93,89 persen saham dikuasai sekelompok pemegang saham tertentu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed