BEI Pantau Ketat dan Suspensi Perdagangan Saham Terpilih September 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan harga saham yang tidak wajar pada beberapa emiten dan menghentikan sementara perdagangan saham tertentu pada awal September 2026 untuk melindungi investor.
BEI memantau lima saham yang mengalami Unusual Market Activity (UMA) sejak 7-9 September 2026, yaitu PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE), PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (UDNG), PT Planet Properindo Jaya Tbk. (PLAN), PT Green Power Group Tbk. (LABA), dan PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA).
Saham BIKE naik 8,24% pada pembukaan perdagangan 9 September 2026 dan telah naik 97,79% dalam sebulan serta 33,11% secara year to date, sementara UDNG turun 9,88% pada perdagangan yang sama dengan penurunan 48,59% dalam sebulan dan kenaikan 85,40% year to date, menurut data pasar yang dikutip dari CNBC Indonesia.
Manajemen BEI menyatakan, "Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," ujar BEI melalui keterbukaan informasi resmi.
BEI juga memantau pergerakan saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) dan PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) sejak 7 September 2026 karena volatilitas transaksi yang dianggap tidak biasa. Saham VICI naik 60,1% dalam sebulan dan 38,9% year to date, sedangkan saham SMMT naik 36% dalam sebulan dan 79,29% year to date, menurut laporan Warta Ekonomi.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, mengatakan, "Masuknya suatu saham dalam pengumuman UMA tidak otomatis berarti emiten telah melakukan pelanggaran terhadap aturan pasar modal." Ia mengimbau investor untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan pergerakan harga saham.
Selain pemantauan UMA, BEI juga menghentikan sementara perdagangan saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) pada 8-9 September 2026. Saham ini mengalami kenaikan signifikan hingga 575% year to date dan 1.314% secara tahunan setelah perubahan fokus bisnis dan kepemilikan, dikutip dari Bloomberg Technoz.
Suspensi juga dilakukan pada saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Pakuan Tbk (UANG). Saham WIKA disuspensi mulai 9 September 2026, sementara UANG disuspensi sejak 8 September 2026, menurut pengumuman resmi BEI yang dilaporkan Kontan.
Suspensi menghentikan sementara perdagangan saham pada pasar reguler dan tunai sehingga investor tidak dapat melakukan transaksi selama periode tersebut. BEI menyatakan suspensi dilakukan untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi perdagangan efek serta bukan indikasi kebangkrutan perusahaan.
Investor disarankan untuk memperhatikan pengumuman resmi BEI dan kinerja emiten sebelum mengambil keputusan investasi terkait saham yang dipantau atau disuspensi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow