BEI Suspensi Saham DOOH dan Buka Perdagangan MDIA TGUK ALKA
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) di pasar reguler dan pasar tunai mulai Kamis, 6 Agustus 2026. Langkah suspensi tersebut diambil akibat terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham perusahaan.
Penghentian sementara saham DOOH dilakukan sebagai bentuk perlindungan investor atau cooling down guna memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan keputusan investasinya. Saham DOOH tercatat melonjak hingga 132,2 persen dalam sebulan terakhir ke level Rp274 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp2,12 triliun.
"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," tulis manajemen BEI.
Pada hari yang sama, BEI resmi mencabut pembekuan perdagangan untuk tiga saham lain, yaitu PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA). Saham MDIA sebelumnya sempat disuspensi sejak 5 Agustus 2026 setelah mengalami lonjakan harga hingga 213 persen dalam sebulan terakhir ke posisi Rp216 per saham dan ditetapkan dalam status Unusual Market Activity (UMA).
"Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) pada tanggal 5 Agustus 2026," kata manajemen BEI.
Keterangan tertulis mengenai kebijakan terhadap perdagangan saham di bursa tersebut juga disampaikan oleh otoritas terkait.
"Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," kata Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A.
Pencabutan suspensi saham TGUK yang sempat dibekukan sejak 23 Mei 2025 dilakukan berdasarkan Pengumuman Nomor Peng-UPT-00151/BEI.WAS/08-2026. Saham TGUK kembali ditransaksikan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi I Periodic Call Auction pada 6 Agustus 2026 setelah perseroan membukukan penjualan Rp327,35 miliar dan laba bersih Rp2,50 miliar pada semester I 2026.
"Kami menghormati keputusan Bursa dan mengapresiasi proses yang telah berjalan. Ke depan, fokus Perseroan adalah menjalankan strategi bisnis secara konsisten, memperkuat fundamental usaha, serta terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," kata Agus Suhada, Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Tbk.
Pihak manajemen TGUK juga menyampaikan langkah strategis perusahaan setelah perdagangan sahamnya kembali dibuka di bursa.
"Kami optimistis fondasi bisnis yang telah dibangun akan semakin memperkuat kinerja Perseroan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami akan terus menjalankan strategi usaha secara disiplin dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow