BEI Suspensi Saham NATO dan PPGL Akibat Lonjakan Harga Kumulatif
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) mulai sesi I perdagangan Senin, 7 September 2026.
Langkah penghentian sementara atau suspensi dilakukan otoritas bursa setelah kedua emiten tersebut mencatatkan lonjakan harga kumulatif yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, harga saham NATO melonjak lebih dari 93 persen menjadi Rp1.265 per saham, sementara saham PPGL melambung lebih dari 129 persen ke posisi Rp462 per saham.
Sebelum penghentian terbaru ini, BEI juga sempat membekukan perdagangan saham PPGL pada Selasa, 2 September 2026. Pejabat Sementara Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan menjelaskan mengenai alasan di balik tindakan pembekuan transaksi tersebut.
"Sehubungan peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor," ujar Endra Febri Styawan, Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.
Selain kebijakan suspensi untuk NATO dan PPGL, BEI resmi membuka kembali kran perdagangan saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) dan PT Charnic Capital Tbk (NICK) pada hari yang sama. Kedua saham ini sebelumnya disuspensi akibat lonjakan harga bulanan masing-masing sebesar 90 persen menjadi Rp376 dan 105 persen menjadi Rp2.440.
Di sisi lain, BEI menetapkan status High Shareholding Concentration (HSC) pada PT Steady Safe Tbk (SAFE) pada Jumat, 4 September 2026, setelah mencatat kepemilikan saham warkat dan tanpa warkat emiten bus Transjakarta tersebut dikuasai oleh segelintir pihak hingga 98,14 persen. Direktur BEI Yulianto Aji Sadono memberikan keterangan resmi terkait penetapan status khusus tersebut.
"Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 98,14% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanp Warkat SAFE," ujar Yulianto Aji Sadono, Direktur BEI.
Pihak bursa menambahkan penegasan mengenai dampak teknis status keterpusatan saham tersebut terhadap regulasi pasar.
"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," ujar Yulianto Aji Sadono, Direktur BEI.
Penetapan pada saham SAFE menambah daftar saham berstatus HSC di bursa menjadi 58 emiten. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin diproyeksikan bergerak konsolidasi dalam rentang support 6.600 dan resistance 6.700.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow