Bencana Karhutla Ancam 3 Juta Warga di 7 Provinsi
Lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten dan kota kini terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda tujuh provinsi di Indonesia. Menanggapi kondisi ini, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila merasakan keluhan pada saluran pernapasan, seperti dilansir dari Detik Health.
Data Kemenkes per 21 Agustus 2026 mencatat tujuh wilayah yang mengalami karhutla meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Timur. Enam di antaranya bahkan telah memberlakukan status siaga darurat bencana di tengah gelombang kemarau panjang yang berlangsung sejak awal tahun.
Paparan asap secara terus-menerus memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di berbagai daerah. Di Kalimantan Tengah, jumlah penderita ISPA melonjak 78,1 persen hanya dalam kurun waktu sepekan, dari 402 kasus menjadi 716 kasus.
Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Barat dengan akumulasi mencapai lebih dari 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026. Kota Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah tercatat sebagai wilayah dengan kenaikan tertinggi. Tren peningkatan penderita ISPA, asma, hingga iritasi juga terdeteksi di Riau dan Kalimantan Selatan, meski sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin menyampaikan bahwa pemerintah bergerak cepat melakukan mitigasi dampak kesehatan dari bencana karhutla ini.
"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," ujar Agus di Jakarta, Kamis (21/8/2026).
Kemenkes juga mendistribusikan ratusan ribu logistik medis ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut mencakup 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator, 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung Oxycan, 8 set alat pelindung diri, 33 dus pemberian makanan tambahan, hingga pasokan obat-obatan dan vitamin.
Pos kesehatan dan ruang oksigen telah didirikan di titik-titik rawan, seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya. Sementara di Kalimantan Barat, program "Oase Udara" digulirkan pada sejumlah fasilitas kesehatan untuk menjamin ketersediaan oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas.
Mengingat puncak musim kemarau diprediksi berlangsung hingga September 2026, Kemenkes meminta warga membatasi aktivitas luar ruangan dan memakai masker saat keluar rumah. Masyarakat juga diimbau memantau indeks kualitas udara, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memperbanyak minum air putih, serta tidak menunda pemeriksaan medis jika mengalami gangguan pernapasan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow