BGN Coret 1.653 Sekolah dari Program MBG dan Prioritaskan Wilayah 3T
Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari pemutakhiran data dan pengalihan fokus layanan ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta daerah dengan angka stunting tinggi.
Kepala BGN Sudaryono menyatakan pemutakhiran data ini dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama, mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia.
Dari total tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan sudah menerima layanan MBG, sementara sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya belum terlayani.
Mayoritas sekolah yang dikeluarkan dari daftar penerima adalah sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang sudah mandiri secara finansial tanpa bergantung pada dana BOS, ujar Sudaryono.
Dia menambahkan, pengelolaan program MBG akan memprioritaskan sekolah-sekolah di wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi, termasuk di Maluku dan Papua yang masih memiliki sekitar 15.000 satuan pendidikan belum terlayani.
"Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali," kata Sudaryono.
BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah prioritas secara bertahap dan terukur, dengan memperhatikan aspek keamanan, efisiensi, dan ketepatan sasaran.
Sudaryono juga menyampaikan bahwa banyak permohonan dari satuan pendidikan yang belum mendapatkan layanan MBG dan akan diproses melalui investigasi dan pemetaan sebelum program diberikan secara bertahap sesuai tahapan yang ada.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow