Bhayangkara FC Kurangi Latihan Luar Ruangan Akibat Abu Vulkanik Krakatau
Manajemen Bhayangkara FC mengurangi durasi latihan di luar ruangan akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terasa di Lampung, tempat latihan tim berjuluk The Guardians tersebut, dilansir dari Bola.
Abu vulkanik yang menyebar sejak Jumat (4/9/2026) membuat latihan rutin di lapangan terbuka menjadi berisiko bagi kesehatan pemain. Oleh karena itu, latihan di luar ruangan dipersingkat dan lebih banyak dilakukan di dalam gym.
Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi Maulana Azhari, menjelaskan bahwa latihan di luar ruangan saat ini hanya dilakukan untuk pemulihan dan jogging ringan.
"Lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini. Karena itu, tim pelatih menyiasatinya dengan mengawali latihan di area gym untuk porsi mobilisasi fisik," kata Khairi Maulana Azhari.
Meski pagi hari kondisi membaik dan abu vulkanik tidak terlihat, sisa debu masih terasa di jalan dan lapangan latihan.
"Porsi latihan dipangkas hanya untuk pemulihan dan sirkulasi ringan seperti jogging serta pergerakan simpel tanpa memakan waktu lama," tambahnya.
Persiapan Bhayangkara FC tetap berjalan meski kondisi lingkungan kurang mendukung, menjelang pertandingan lanjutan BRI Super League 2026/2027 melawan Dewa United pada Jumat (11/9/2026).
Pada laga pertama di Stadion PKOR Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026), Bhayangkara FC bermain imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya.
Tuan rumah sempat tertinggal oleh gol Yann Mabella menit ke-13, namun berhasil menyamakan lewat tandukan Allano Lima pada menit ke-60.
Kondisi bandara yang masih ditutup, termasuk Soekarno-Hatta, membuat rencana perjalanan tim ke Banten untuk pertandingan away belum dipastikan apakah menggunakan pesawat atau perjalanan darat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow