Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Sulawesi Utara Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 02.54 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berpusat di Minahassa Peninsula dengan kedalaman 96 kilometer.

Menurut data BMKG, gempa terjadi pada koordinat 0,26 LS dan 123,05 BT. Dengan kedalaman yang relatif dalam, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa yang diterima dari wilayah terdampak.

Gempa ini merupakan bagian dari aktivitas seismik yang terus dipantau di wilayah Indonesia, khususnya di Sulawesi yang termasuk kawasan rawan gempa. Data BMKG menunjukkan beberapa gempa lain terjadi dalam tiga hari terakhir, namun magnitudo dan kedalamannya berbeda-beda.

Kronologi dan Perbandingan

Gempa ini terjadi setelah beberapa getaran gempa lain yang tercatat sebelumnya, seperti gempa magnitudo 5,8 di barat daya Sumatra pada 22 Agustus 2026 dan gempa magnitudo 5,9 di Scotia Sea. Aktivitas gempa di Sulawesi pada tanggal 23 Agustus ini menjadi perhatian karena posisinya yang dekat dengan pemukiman penduduk.

Instruksi dan Respon BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Cara mengetahui gempa susulan dapat dilakukan dengan mengikuti update resmi melalui situs BMKG atau aplikasi resmi yang menyediakan data gempa terkini.

Selain itu, BMKG mengingatkan pentingnya memahami prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi, seperti menjauhi bangunan yang rawan roboh, berlindung di bawah meja yang kuat, dan segera evakuasi setelah gempa berhenti jika berada di daerah rawan bencana.

Konteks dan Penjelasan Teknis

Gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di bawah permukaan bumi. Magnitudo gempa mengukur energi yang dilepaskan, sementara kedalaman menunjukkan seberapa jauh titik gempa berada dari permukaan. Gempa dengan kedalaman lebih dari 70 km biasanya memiliki dampak getaran lebih kecil di permukaan.

Menurut BMKG, gempa yang terjadi di Sulawesi kali ini memiliki kedalaman yang cukup besar sehingga getarannya tidak menyebabkan kerusakan berarti dan tidak berpotensi tsunami. Hal ini menjawab pertanyaan warga yang bertanya "apakah gempa ini berpotensi tsunami".

Update dan Pantauan Selanjutnya

BMKG terus memantau aktivitas seismik di Sulawesi dan wilayah Indonesia lainnya. Masyarakat disarankan untuk mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya pada berita yang belum diverifikasi.

Hingga saat artikel ini dibuat, belum ada gempa susulan signifikan yang tercatat menyusul gempa magnitudo 5,1 pagi ini. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait.

Jejak Gempa Magnitudo 7,7 NTT Ketika Rumah Harapan dan Kehidupan Runtuh | Liputan6

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed