BNPB Kerahkan 11.567 Personel dan Armada Udara Tangani Karhutla Sumsel

Smallest Font
Largest Font

BNPB mengerahkan 11.567 personel gabungan dan sembilan armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan pada puncak kemarau dan fenomena El Nino 2026.

Data per 30 Agustus 2026 mencatat sisa area yang memerlukan pemadaman dan pengawasan ketat mencapai 67,06 hektare, dengan 18,36 hektare sudah dipadamkan dan 48,7 hektare menjadi fokus pendinginan terutama di lahan gambut.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyatakan, "Penguatan mobilisasi personel dan peralatan operasional terus ditingkatkan guna mengantisipasi keterbatasan akses lokasi dan sumber air." Personel tersebut terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Basarnas, Masyarakat Peduli Api, sektor swasta, dan relawan.

Menurut Suharyanto, "Hasil operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuktikan bahwa Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, Relawan dan sektor swasta ini menjadi kekuatan utama dan harus semakin ditingkatkan kekuatannya." Satgas ini berhasil memadamkan 18,36 hektare lahan, dengan 2,5 hektare melalui water bombing dan 15,86 hektare melalui operasi darat.

Operasi udara melibatkan sembilan armada dari total 32 armada nasional yang disiagakan khusus untuk Sumatera Selatan. Armada ini melakukan patroli, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat Cessna 208 Caravan telah menyelesaikan 27 sortie menabur 27.000 kilogram bahan semai.

Patroli udara dengan helikopter AS365 N2 dan Cessna 208B mencatat lebih dari 439 jam terbang untuk memetakan titik panas. Operasi water bombing dengan helikopter Blackhawk, MI-8, dan Super Puma telah melakukan lebih dari 237 sortie, terutama di Tulung Selapan, Rantau Bayur, Sungai Rotan, dan Lalan.

Suharyanto mengakui bahwa tantangan utama operasi udara adalah jarak pandang terbatas dan angin kencang khususnya di wilayah lahan gambut yang memengaruhi efektivitas pemadaman.

Beberapa wilayah prioritas penanganan antara lain Ogan Komering Ilir dengan lima titik api seluas 21 hektare, terutama di Kota Bumi dan Tulung Selapan. Musi Banyuasin dengan satu titik api seluas tujuh hektare di wilayah Lalan yang memiliki gambut tebal dan angin kencang.

Di Muara Enim terdapat dua titik api seluas 11 hektare di Gelumbang dan Sungai Rotan. Satu titik api juga terpantau di Musi Rawas Utara, OKU Timur, OKU, dan Ogan Ilir dengan luas tiga hingga empat hektare masing-masing.

Tren luas karhutla di Sumatera Selatan terus menurun signifikan dalam tiga tahun terakhir. Luas lahan terbakar tercatat 264.165,68 hektare pada 2023, turun menjadi 30.844,96 hektare pada 2024, dan tinggal 11.879,56 hektare pada 2025.

Meski demikian, kualitas udara sempat menurun akibat penumpukan asap. Pada 30 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU/AQI) di Palembang tercatat 247, masuk kategori sangat tidak sehat. BNPB mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker medis saat diperlukan.

BNPB dan Satgas Karhutla terus siaga 24 jam hingga kemarau berakhir dan seluruh titik api dipastikan padam.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed