Bogor Mempertahankan 5 Kuliner Legendaris Usia 100 Tahun Lebih
Kota Bogor tidak hanya dikenal dengan udara sejuk dan tempat wisatanya, tetapi juga sebagai tempat yang menyimpan sejumlah kuliner legendaris yang telah bertahan lintas generasi.
Beberapa kuliner tersebut bahkan telah ada sejak zaman kolonial dan usianya kini mendekati atau lebih dari 100 tahun. Resep dan cara penyajian asli masih dijaga, menjadikan kuliner ini bagian penting dari sejarah kuliner Bogor.
Nasi Uduk Kaum 58 sudah beroperasi sejak 1890-an. Warung ini terletak di Jalan Masjid 1 No. 58, Empang, Bogor Selatan, dengan konsep prasmanan yang sederhana namun hangat. Pelanggan dapat memilih puluhan lauk mulai dari orek tempe hingga pepes telur ikan.
Harga nasi uduk sekitar Rp5.000 dan lauk mulai Rp3.000. Warung buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
Toko Kopi Bah Sipit didirikan oleh Yoe Hong Keng pada 1925 dan pada 2025 ini genap berusia 100 tahun. Kedai ini beralamat di Jalan Empang No. 27, Bogor, dan menawarkan kopi robusta dan arabika tanpa campuran. Menu meliputi kopi tubruk, tubruk susu, dan gaya Vietnam dengan harga mulai Rp10.000. Toko ini juga menyediakan kopi Nusantara yang diseduh dengan berbagai metode.
Roti Tan Ek Tjoan telah berdiri sejak 1921, menjadikannya toko roti legendaris di Bogor dengan usia lebih dari satu abad. Terletak di Jalan Siliwangi No. 176, Sukasari, Bogor Selatan, toko ini mempertahankan roti tradisional seperti roti gambang dengan rasa manis gula merah, roti bimbam, roti dasi, kaki kuda, dan roti isi. Harga roti mulai dari Rp9.000.
Toge Goreng Mang Gebo Putra mulai dikenal sejak 1943 di Pasar Anyar Blok B2, Jalan Dewi Sartika No. 35, Bogor. Warung sederhana ini sering menjadi pilihan sarapan warga sekitar. Seporsi toge goreng berisi tauge, mie kuning, tahu, ketupat, dan siraman bumbu tauco yang gurih legit.
Harga sekitar Rp15.000. Nama "Gebro" diberikan pelanggan karena porsi makanannya yang melimpah.
Oli Jepret adalah jajanan tradisional berbahan singkong yang sudah ada sejak 1928 dan masih dijajakan oleh generasi penerus. Kudapan ini dibuat dari singkong tumbuk yang dibentuk bulat, lalu diberi serundeng kelapa sangrai dan gula pasir. Salah satu penjualnya berada di Jalan Mawar No. 22, Menteng, Bogor Barat, dengan harga sekitar Rp15.000 untuk 10 buah, biasanya dijual pada pagi hari.
Kelima kuliner ini mencerminkan kekayaan warisan kuliner Bogor yang tetap hidup dan digemari oleh banyak generasi hingga sekarang, sebagaimana dikutip dari Detik Food.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow