BPOM Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Ekosistem Obat dan Makanan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat skema kolaborasi lintas sektor untuk memajukan industri obat dan makanan nasional agar mampu bersaing di pasar internasional. Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan bersama Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia (PHSI) di Jakarta Selatan pada Senin (31/8/2026), dilansir dari Detik Health.
Ketua Pembina Yayasan PHSI Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi penguatan kapasitas dan rekam jejak BPOM di level global. Ia menilai potensi besar sumber daya alam dan pasar Indonesia harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi kesehatan melalui riset, investasi, serta regulasi yang adaptif.
"Indonesia membutuhkan institusi yang kuat, kredibel, dan mampu berbicara pada level internasional. Saya mengapresiasi BPOM di bawah kepemimpinan Prof Taruna Ikrar yang terus memperkuat kapasitas dan jejaring globalnya. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan dunia usaha menjadi sangat penting agar potensi besar Indonesia dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Hashim Djojohadikusumo, Ketua Pembina Yayasan PHSI.
Sinergi yang mengintegrasikan perguruan tinggi, pelaku usaha, dan regulator dinilai menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi nasional. Model kerja sama tersebut dirancang untuk memastikan riset dapat dihilirisasi secara aman dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
"ABG bukan sekadar konsep kolaborasi, tetapi sebuah ekosistem. Akademisi melahirkan pengetahuan dan inovasi, dunia usaha melakukan hilirisasi dan menciptakan nilai ekonomi, sementara pemerintah memastikan regulasi memberikan perlindungan sekaligus membuka ruang bagi inovasi. Ketiganya harus bergerak bersama," kata Taruna Ikrar, Kepala BPOM.
Transformasi institusi diarahkan untuk mempermudah alur penelitian kampus menuju sektor industri, dengan tetap mengedepankan aspek kehalalan, mutu, dan khasiat. BPOM juga terus membenahi standar kompetensi sumber daya manusia serta memanfaatkan teknologi guna memperkuat posisi dalam ekosistem regulasi global.
"Visi kita bukan hanya BPOM yang mendunia. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kredibilitas regulator menjadi pintu bagi produk-produk Indonesia untuk mendunia. Ketika sains, industri, dan pemerintah berada dalam satu ekosistem, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan global di bidang obat dan makanan," ujar Taruna Ikrar, Kepala BPOM.
Dukungan atas capaian lembaga regulator tersebut turut disuarakan oleh pihak yayasan penyelenggara kegiatan. Pengakuan internasional yang diterima BPOM dianggap sebagai pijakan strategis bagi daya saing produk dalam negeri.
Pencapaian status status BPOM sebagai WHO-Listed Authority (WLA) menjadi bukti kapasitas otoritas regulatori Indonesia yang diakui secara internasional. Pengakuan tersebut berpeluang besar memperluas penetrasi pasar farmasi dan pangan nasional di tingkat global sekaligus menarik investasi berbasis riset.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow