BPS Jelaskan Alasan Warga dengan Penghasilan Rendah Masuk Desil 9 dan 10
Beberapa warga merasa heran setelah tercatat dalam Desil 9 dan 10 meskipun penghasilan keluarga masih pas-pasan, memicu pertanyaan tentang sistem pemeringkatan yang dipakai pemerintah.
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi keluarga berdasarkan banyak variabel, bukan semata penghasilan bulanan.
BPS mengungkapkan bahwa keluarga dibagi ke dalam 10 kelompok dengan kondisi sosial ekonomi peringkat berbeda, di mana Desil 1 adalah kondisi terendah dan Desil 10 tertinggi, tanpa batas penghasilan tetap yang menentukan.
"Desil merupakan pembagian keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan peringkat kondisi sosial ekonomi," ujar BPS Kota Cilegon.
Penghasilan bukan satu-satunya faktor penentu posisi desil. BPS menyebut variabel lain seperti karakteristik perumahan, kepemilikan aset, demografi, pendidikan, ketenagakerjaan, kepemilikan usaha, dan kondisi kesehatan turut diperhitungkan.
"Karena menggunakan banyak indikator, dua keluarga dengan penghasilan relatif sama belum tentu mendapat desil yang sama," lanjut BPS Kota Cilegon.
Hal ini membuat keluarga dengan penghasilan rendah bisa masuk Desil 9 atau 10 jika indikator lain menunjukkan kondisi sosial ekonomi yang lebih baik secara relatif.
BPS juga menegaskan bahwa Desil 10 bukan berarti seluruh keluarga di dalamnya kaya raya. Kelompok ini mencakup keluarga dari kelas menengah hingga sangat kaya, sehingga kondisi di dalam satu desil bisa sangat beragam.
"Desil 10 lebih tepat dipahami sebagai posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan kondisi sosial ekonomi, bukan label bahwa semua anggotanya kaya," kata BPS Kota Cilegon.
Pemeringkatan desil dilakukan berdasarkan kondisi keluarga secara keseluruhan, bukan individu. Oleh karena itu, penghasilan satu anggota keluarga tidak bisa menjadi satu-satunya dasar penentuan posisi desil keluarga.
BPS mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai tabel desil yang mengaitkan penghasilan tunggal dengan desil tertentu, karena sistem pemeringkatan mempertimbangkan banyak variabel dengan bobot berbeda.
Jika masyarakat merasa data desil tidak sesuai kondisi sebenarnya, mereka dapat mengajukan pembaruan melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui kantor desa, kelurahan, maupun Dinas Sosial setempat untuk proses verifikasi dan pemeringkatan ulang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow