BPS Laporkan Data 290 Juta Warga Masuk DTSEN dan Jelaskan Penentuan Desil
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan telah mengumpulkan data 290,13 juta individu dan 95,98 juta keluarga dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) per 10 Juli 2026.
Data ini terus diperbarui menggunakan berbagai sumber seperti data administrasi, hasil sensus dan survei, serta pembaruan dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, "BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut."
Jika masyarakat menemukan data yang tidak sesuai, pembaruan bisa diajukan melalui kanal resmi seperti Cek Bansos, SIKS-NG, dan Cek DTSEN. Namun, pengajuan tersebut tidak otomatis mengubah posisi desil keluarga.
DTSEN kini menjadi rujukan pemerintah dalam perencanaan dan evaluasi program sosial-ekonomi dengan basis data yang terintegrasi dan terus diperbarui.
Amalia menjelaskan bahwa desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya, dibagi dalam 10 kelompok yang masing-masing berisi sekitar 10 persen keluarga.
"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," ujar Amalia.
Pemeringkatan desil mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi sekaligus seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar memasak, kepemilikan aset, konsumsi listrik, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas.
Metode yang digunakan adalah Proxy Means Test (PMT), pendekatan statistik internasional yang membantu memperkirakan kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.
Amalia menambahkan, "Pendekatan tersebut memungkinkan berbagai informasi sosial ekonomi yang dapat diamati digunakan secara sistematis untuk membantu memperkirakan posisi kesejahteraan relatif keluarga."
Seorang guru yang memeriksa desil di sekolahnya menemukan sebagian besar guru dan tenaga kependidikan berada pada desil 6-10, kelompok kesejahteraan relatif lebih tinggi. Namun, guru tersebut menegaskan bahwa angka desil bukan cermin sempurna kondisi ekonomi individu karena banyak faktor sosial dan ekonomi yang berbeda.
Menurutnya, meskipun berada di desil lebih tinggi, beberapa guru masih menghadapi beban tanggungan keluarga, cicilan rumah, dan penghasilan yang berbeda-beda.
Data DTSEN Volume 2 Tahun 2026 mencakup sekitar 95,3 juta keluarga dan 289,3 juta individu setelah pemutakhiran dan verifikasi lapangan, menjadikannya sistem statistik berskala nasional.
Posisi desil dapat berubah mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan posisi relatifnya dibanding keluarga lain. Oleh karena itu, pemutakhiran data terus dilakukan secara berkala.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow