Bulog Pasok Beras SPHP Serta Minyakita Jelang Idul Adha
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara dan Cabang Semarang mengintensifkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita ke berbagai pasar tradisional menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Langkah ini diambil untuk memperkuat ketersediaan barang pokok, mengantisipasi potensi lonjakan harga, serta menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan pangan.
Di Sumatera Utara, pasokan beras program stabilisasi tersebut dinaikkan menjadi 350 ton per hari dari yang biasanya hanya sekitar 250 ton per hari untuk seluruh mitra pengecer.
“Kami meningkatkan jumlah pasokan ke sejumlah mitra guna menjaga ketersediaan beras SPHP di pasar,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan pada Senin (25/5/2026) seperti dilansir ANTARA.
Setiap gerai mitra di pasar kini memperoleh kuota hingga empat ton beras demi menjamin kecukupan pasokan komoditas pangan utama tersebut.
“Selain itu, petugas secara berkala memantau sejumlah toko mitra Bulog di pasar agar ketersediaan beras SPHP tetap terjaga guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada perayaan Idul Adha tersebut,” kata Budi.
Upaya pengamanan pangan ini diperkuat melalui sinergi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama Komando Distrik Militer (Kodim) dan Kepolisian Resor (Polres) setempat.
“Untuk itu, dengan adanya peningkatan penyaluran kepada sejumlah mitra tersebut, ketersediaan beras SPHP di pasar dipastikan cukup aman,” tutur Budi.
Masyarakat juga diminta untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena proses distribusi ke jaringan ritel resmi dilakukan bertahap.
“Namun, harga jual di lapangan dapat menyesuaikan kebijakan masing-masing pihak dalam kerja sama tersebut,” kata Budi terkait ketentuan harga eceran tertinggi sebesar Rp13.100 per kilogram.
Realisasi penyaluran beras program stabilisasi di Sumatera Utara sejak Maret hingga 24 Mei 2026 tercatat menembus 14.920 ton.
“penyaluran itu telah mencapai 30,43 persen dari total yang ditargetkan dalam penyaluran beras SPHP 49.043 ton sampai Desember 2026," ucap Budi.
Sementara itu, Perum Bulog Cabang Semarang juga menggencarkan distribusi komoditas serupa beserta Minyakita di pasar SP2KP serta pasar tradisional di enam wilayah kerjanya pada Sabtu (23/5/2026).
Wilayah operasional tersebut mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.
“Dropping beras SPHP kami lakukan setiap minggu di pasar-pasar di Semarang. Jika ada permintaan dari pedagang, Bulog siap mendistribusikan kembali,” ujar pihak Bulog Cabang Semarang.
Beras SPHP dilepas ke pedagang seharga Rp55.000 per kemasan 5 kg untuk dijual kembali ke konsumen pada kisaran Rp60.000 hingga Rp62.500 sesuai ketentuan harga eceran tertinggi.
Sedangkan untuk komoditas Minyakita, Bulog menyalurkannya ke pedagang dengan harga Rp14.500 per liter dan harga jual ke konsumen akhir dipatok sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.
“Distribusi beras SPHP lancar dan masyarakat mulai percaya dengan kualitas beras dari Bulog,” kata Bu Katong, pedagang di Pasar Bulu.
Kelancaran distribusi ini diakui membuat minat konsumen meningkat tajam di sejumlah pasar tradisional.
“Hari ini saya mengambil 1 ton beras SPHP atau 200 sak untuk dijual kembali karena permintaan sangat tinggi,” kata Bu Yuyun, seorang pedagang sembako.
Bahkan stok beras dalam jumlah besar tersebut diakui pedagang lain dapat habis dalam waktu singkat akibat tingginya pergerakan pasar.
“1 ton beras biasanya habis terjual dalam satu minggu,” kata Bu Siti, pedagang lainnya di pasar setempat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow