BYD Indonesia Pertimbangkan Peluncuran Mobil Listrik Mungil Racco

Smallest Font
Largest Font

BYD Indonesia mulai mempelajari potensi pasar untuk memboyong mobil listrik mungil BYD Racco ke Indonesia setelah secara resmi memamerkan model tersebut melalui media sosial resminya, sebagaimana dilansir dari Detik Oto pada Kamis (3/9/2026).

Proses evaluasi ini mencakup pengumpulan tanggapan publik secara langsung guna mengukur antusiasme konsumen domestik terhadap kendaraan listrik berukuran ringkas tersebut.

Head of PR & Government BYD Indonesia Luther Panjaitan menyatakan bahwa pabrikan sedang berupaya memahami respons calon konsumen di Tanah Air.

"Ya kita masih tahap mencoba mengidentifikasi, mempelajari market-nya. Karena sebetulnya kan tipe kendaraan ini (Racco) tuh favoritnya di negara lain. Jadi melalui koneksi komunikasi langsung dengan pemilik melalui sosial media, kita mau tahu feedback dari market bagaimana," kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia.

Uji pasar awal di media sosial tersebut menunjukkan penerimaan publik yang memuaskan, meski pabrikan masih mematangkan berbagai aspek komersial.

"Surprisingly sangat positif ya. Tapi kita mau lihat dulu di sisi mana yang mungkin nanti bisa jadi strong point-nya khususnya di komunikasi, produk ini secara pricing, secara promosinya. Nah itu kita harus kalkulasi lagi," ujar Luther Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia.

Perusahaan menggabungkan data teknis dan analisis riset lapangan sebelum mengambil keputusan final terkait peluncuran unit tersebut.

"Oh ya, kita tunggu aja. Masih berproses. Ini kan kita coba mengkombinasikan hasil riset secara engineering dan riset market sama real taste yang di lapangan," kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia.

Keberhasilan model ini di pasar global menjadi modal optimisme bagi manajemen untuk membawa Racco ke pasar domestik.

"Nah ini kita lagi kalkulasi, kita gabungkan sampai kita putuskan untuk jual atau segera perkenalkan. Yang jelas memang di negara awal dia diperkenalkan itu tanggapan respon masyarakat cukup baik ya. Nah itu satu hal positif yang membuat kita makin confidence. Mudah-mudahan ya sesegera mungkin," ujar Luther Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia.

Peluang masuknya Racco ke Indonesia tetap terbuka lebar selaras dengan perkembangan hasil studi internal perusahaan.

"Bisa saja, bisa saja. Ya bisa saja. Semua tergantung nanti hasil riset internal," kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia.

Di Jepang, BYD Racco dirancang untuk bersaing di segmen kei car dan telah dipasarkan sejak Juli 2026. Model ini mencatatkan pemesanan 1.002 unit dalam dua pekan pertama dengan target mencapai 10 ribu unit hingga akhir 2026.

Mobil berkapasitas empat penumpang ini dijual mulai dari 2,14 juta yen atau sekitar Rp 230 jutaan sebelum subsidi. Racco hadir dalam tiga varian, yaitu 200, 300 Plus, dan 300 Premium.

Secara dimensi, Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm dengan jarak sumbu roda 2.520 mm serta ruang bagasi 280 liter.

Mobil listrik ini dibekali opsi baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh dengan motor listrik bertenaga 47 kW (63 hp) dan torsi 160 Nm, yang menawarkan jarak tempuh antara 210 km hingga 320 km.

Pengisian daya varian 200 mendukung pengisian DC hingga 35,8 kW melalui konektor CHAdeMO, sedangkan varian baterai yang lebih besar mendukung pengisian daya hingga 49,7 kW.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed