BYD Resmikan Pabrik Rp11 Triliun di Subang
PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur kendaraan listrik seluas 126 hektar di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, pada Kamis (3/9/2026). Peresmian pabrik ke-13 BYD secara global ini berkapasitas produksi 150.000 unit per tahun dan ditujukan untuk memperkuat lokalisasi industri otomotif nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan membuka langsung pengoperasian fasilitas tersebut. Investasi pembangunan fasilitas ini mencapai Rp11,7 triliun dari total komitmen investasi BYD sebesar Rp17 triliun di Indonesia.
Produsen otomotif asal China ini mencatat penguasaan pangsa pasar mobil listrik di Indonesia hingga 35 persen pada periode Januari hingga Juli 2026. Operasional pabrik baru ini telah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok serta menyerap 5.000 tenaga kerja lokal, yang diproyeksikan berkembang hingga 20.000 pekerja saat kapasitas penuh.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menjelaskan bahwa fasilitas di Subang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus pasar ekspor.
"Jika kita membandingkannya dengan kondisi dua tahun lalu, kami bergerak sangat cepat. Seluruh model kendaraan BYD yang akan kami luncurkan dan perkenalkan ke depan akan diproduksi langsung di Indonesia," ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Pabrik ini menerapkan proses manufaktur penuh secara bertahap yang mencakup area stamping, welding, painting, hingga final assembly. Di samping itu, perakitan baterai secara lokal juga sedang disiapkan untuk mengejar target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada Januari 2027.
"Terkait dengan baterai kendaraan listrik, kami juga telah merencanakan proses perakitan (assembly) baterai di dalam negeri dalam waktu dekat," kata Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Langkah perakitan baterai di dalam negeri diposisikan sebagai strategi awal BYD untuk membangun ekosistem rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir. Penguatan komponen lokal menjadi syarat mendasar agar industri otomotif nasional tidak sekadar menjadi tempat perakitan akhir.
"Kami akan terus memperbesar nilai investasi dan berupaya melengkapi seluruh ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," ucap Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Kapasitas pabrik juga dirancang fleksibel untuk merakit berbagai model pada lini produksi yang sama dengan bantuan teknologi otomatisasi dan robotik. Fasilitas ini ditargetkan untuk melahirkan lini produk dari merek BYD maupun Denza.
"Kapasitas produksi kami bisa mencapai 150 ribu unit, bisa diperbesar lagi sesuai dengan permintaan. Sejalan dengan itu, area manufaktur seluas 126 hektar ini juga dimanfaatkan untuk komoditi ekspor untuk Indonesia. Kami berharap juga menjadi merek Indonesia, untuk terus melahirkan produk-produk baru dari brand BYD dan Denza. Teknologi yang dimiliki BYD akan dimanfaatkan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam," terang Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Pemerintah Indonesia mewajibkan para investor untuk melibatkan pemasok lokal sebagai ekosistem utama tier 1 lines guna memenuhi syarat pemenuhan TKDN. Sertifikat TKDN resmi telah diserahkan oleh Kementerian Perindustrian kepada BYD seiring meningkatnya keterlibatan komponen dalam negeri.
"BYD selalu memberikan value added, dimana sisi produksi juga mengembangkan penggunaan supplier lokal. Kami mengundang mereka dalam rangka menyaksikan mobil BYD M6 DM ke-100 ribu yang telah kami produksi secara lokal," tambah Luther Panjaitan, Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Peningkatan target TKDN dari 40 persen menuju 60 persen dilakukan melalui penguatan integrasi jaringan pemasok lokal dan pemangku kepentingan. Momentum peresmian pabrik tersebut turut dihadiri oleh 500 tamu dari elemen jaringan diler, pemasok, dan mitra pembiayaan.
"Untuk menuju TKDN dari 40% ke 60%, dengan mempersiapkan berbagai macam lokal, termasuk 500 tamu turut hadir dalam momentum bersejarah ini, merepresentasikan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari jajaran pemerintah hingga berbagai elemen ekosistem BYD, termasuk jaringan diler, pemasok, mitra pembiayaan dan pelaku usaha lainnya," terang Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Selain fasilitas produksi, pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui program pelatihan teknisi lokal dan kerja sama dengan lembaga pendidikan di Jawa Barat. Ratusan insinyur lokal telah mendapatkan pelatihan teknologi untuk mendukung rencana riset dan pengembangan perusahaan di masa depan.
"Saya melihat langsung di akhir tahun lalu, ratusan engineering dari lokal, telah ditraining secara knowledge dalam mengembangkan lebih banyak teknologi. Itu bukan hanya permulaan, karena akan beberapa step kedepan kerjasama dibidang riset. Sekarang ini ada 5000 teknisi yang bekerja di BYD Motor Indonesia Subang, dan akan melibatkan hingga 20 ribu teknisi dari Jawa Barat.
Ada satu sekolah di Jawa Barat yang mengirimkan lulusan mereka untuk mendapatkan pelatihan dari BYD. Termasuk engineer dari kampus yang dalam persiapan," tutup Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow