Laporan OECD NEA Ungkap Australia Miliki Cadangan Uranium Terbesar Global

Smallest Font
Largest Font

Badan Energi Nuklir OECD dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mencatat Australia memegang cadangan uranium terbesar di dunia dengan potensi mencapai 1,67 juta ton. Data Uranium 2024 Red Book yang dirilis 25 Agustus 2026 menunjukkan sepuluh negara teratas menguasai hampir sembilan persepuluh total sumber daya global untuk kategori biaya ekstraksi di bawah USD130 per kilogram.

Sebagian besar deposit di Australia berpusat di lokasi tambang Olympic Dam, Australia Selatan, yang mengintegrasikan ekstraksi uranium bersama tembaga, emas, dan perak. Kendati memimpin dalam jumlah cadangan geologis di atas kertas, tingginya potensi tersebut belum menempatkan Australia sebagai produsen utama akibat ketiadaan reaktor nuklir komersial domestik serta pembatasan regulasi lingkungan.

Posisi kedua pemegang cadangan terbesar ditempati Kazakhstan dengan deposit sebesar 814.000 ton. Negara ini menjadi produsen uranium teraktif di dunia memanfaatkan metode penambangan in-situ recovery (ISR) di Cekungan Chu-Sarysu dan Syr Darya melalui BUMN Kazatomprom.

Kanada menyusul di urutan ketiga dengan cadangan teridentifikasi sebanyak 582.000 ton di Cekungan Athabasca. Operasi penambangan oleh Cameco di wilayah Saskatchewan utara ini dikenal memiliki kadar konsentrasi bijih uranium tertinggi di dunia.

Di Afrika, Namibia mengamankan posisi keempat lewat ketersediaan 498.000 ton uranium di wilayah Gurun Namib. Tambang Rössing dan Husab menjadi penopang utama ekspor bahan bakar nuklir negara tersebut ke pasar internasional.

Rusia berada di peringkat kelima dengan deposit sebesar 477.000 ton yang tersebar di wilayah Siberia Timur dan Buryatia. Lewat BUMN Rosatom, Rusia memegang peranan krusial pada rantai pasok global mulai dari pengayaan uranium hingga fabrikasi bahan bakar reaktor.

Sementara itu, Niger mencatatkan cadangan sebesar 336.000 ton di kawasan Arlit yang kini berada di bawah kendali penuh pemerintah setelah pembatalan izin Orano. Afrika Selatan menutup posisi tujuh besar dengan potensi 321.000 ton uranium yang diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan emas Cekungan Witwatersrand.

Di sisi geopolitik kawasan, kehadiran fasilitas militer HMAS Stirling di Australia Barat yang berdekatan dengan deposit energi terus mendapat sorotan. Mantan Senator Australia Rex Patrick menilai peningkatan aktivitas penempatan kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat dan Inggris dapat meningkatkan risiko keamanan regional.

"Daripada menembakkan senjata nuklir ke Amerika Serikat pada saat konflik, yang dapat memicu aksi saling serang, menembakkan senjata nuklir ke negara ketiga seperti Australia berpotensi tidak menyebabkan pertukaran serangan tersebut, tetapi dapat menjadi sinyal kepada Amerika Serikat agar mundur," ujar Rex Patrick, mantan senator federal Australia Selatan.

Pemerintah Australia didesak memberikan keterbukaan informasi publik mengenai ruang lingkup kerja sama pertahanan di HMAS Stirling guna mengantisipasi eskalasi dampak konflik geopolitik global.

"Pemerintah Australia perlu melibatkan rakyat Australia. Daripada membuat warga dan jurnalis harus mencari-cari informasi sendiri, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjelaskan secara tepat apa yang sedang terjadi," ujar Rex Patrick, mantan senator federal Australia Selatan.

Analis dari Pacific Centre for Island Security, Leland Bettis, mengonfirmasi peningkatan infrastruktur militer Angkatan Navy AS di HMAS Stirling sebagai bagian dari penguatan basis logistik strategis di luar zona konflik langsung.

"Naval Support Activity pada dasarnya adalah instalasi Angkatan Laut AS yang berbasis di darat. Tugas utamanya adalah mengelola pangkalan dan menyediakan logistik, keamanan, administrasi, serta berbagai layanan lainnya sehingga awak yang sedang berada di laut dapat fokus pada misi mereka... Itu pada dasarnya berarti menjalankan operasi sebuah pangkalan," ujar Leland Bettis, pakar dari Pacific Centre for Island Security.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed