Republik Ceko Hadapi Afrika Selatan pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Republik Ceko dijadwalkan menghadapi Afrika Selatan dalam laga perdana pertemuan kedua tim pada fase grup Piala Dunia 2026 demi mengamankan poin untuk melaju ke babak 32 besar. Pertandingan ini menjadi krusial setelah Ceko menelan kekalahan 1-2 dari Korea Selatan pada laga sebelumnya di Stadion Estadio Guadalajara.

Republik Ceko sebenarnya sempat memimpin kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Ladislav Krejci pada menit ke-59. Namun, taktik pergantian pemain dari pelatih Korea Selatan, Myung Bo, yang memasukkan Hwang Hee Chan pada menit ke-62 berhasil membalikkan keadaan melalui andil gol Hwang In Beom di menit ke-67 dan gol Oh Hyeon Gyu pada menit ke-80.

Kekalahan Ceko dari Korea Selatan tersebut turut memicu perhatian dari praktisi sepak bola Indonesia yang mengaitkannya dengan momentum historis. Pelatih Babel Jaya, Bachtiar Hamid, mengenang kembali momen ketika Hwang Hee Chan memperkuat Korea Selatan U-19 dan dikalahkan oleh Evan Dimas dan kawan-kawan dengan skor 3-2 pada Kualifikasi Piala Asia U-19 tahun 2013 silam.

"Indonesia ini ketika di tingkat junior usia 20 tahun ke bawah, potensi pemain luar biasa. Artinya bisa menyamai tim-tim negara Asia sepertu Korea, Jepang, Australia. Tapi ketika level senior, kita kalah," ujar Bachtiar Hamid.

Menyikapi fenomena penurunan prestasi tersebut, pelatih yang membawa tim Babel Jaya ke National Series 2026 itu menegaskan perlunya evaluasi mendalam dari federasi sepak bola nasional terkait sistem pembinaan pemain muda secara berkelanjutan.

"Pekerjaan rumah PSSI bagaimana pembinaan sepak bola berkelanjutan untuk usia dini, kontribusi juga PSSI buat buat tim dan Sekolah Sepakbola (SSB)," beber Bachtiar Hamid.

Selain masalah pola pembinaan, Bachtiar Hamid juga menggarisbawahi pentingnya pemenuhan infrastruktur olahraga yang merata di setiap daerah guna menyokong perkembangan bakat-bakat muda di tanah air.

"Dengan fasilitas yang memadai, tentunya tujuan prestasi sepak bola nasional lebih maju lagi. Dengan kiprahnya pemain Asia di Eropa itu kita sudah dapat nilai plus, bahwa Asia juga bisa bersaing dengan negara Eropa dan Amerika Latin," ungkap Bachtiar Hamid.

Di sisi lain, tantangan berat kini menanti Ceko karena Afrika Selatan dikenal memiliki organisasi pertahanan yang cukup solid disertai kemampuan transisi cepat yang berbahaya. Berdasarkan catatan resmi, kedua tim belum pernah bertemu dalam ajang internasional, dan performa terakhir Ceko sebelum Piala Dunia mencatatkan hasil imbang 2-2 berturut-turut melawan Denmark dan Irlandia pada laga kualifikasi bulan Maret dan April 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed