Cuca Berencana Rotasi Skuad Santos Jelang Laga Lanjutan di Ekuador
Pelatih Santos Cuca mempertimbangkan untuk memistirahatkan sejumlah pemain pilar, termasuk bintang utama Neymar, pada laga leg kedua babak 16 besar Copa Sudamericana di markas Macara pekan depan. Keputusan tersebut diambil guna menghindari ancaman cedera susulan saat tim tengah berjuang keluar dari zona degradasi Liga Brasil.
Kemenangan 2-1 atas Macara pada laga leg pertama di Stadion Urbano Caldeira, Kamis (13/8/2026), belum memberikan rasa aman bagi Santos. Tim asal Brasil itu kehilangan Gabriel Menino dan Bontempo akibat cedera dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut. Santos kini juga berada di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Brasil dan harus bersiap menghadapi laga krusial melawan Vasco da Gama pada Minggu mendatang.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama Santos mengingat jadwal padat dan perjalanan jauh menuju lokasi pertandingan di Ambato, Ekuador, yang berada di dataran tinggi. Cuca menegaskan bahwa timnya harus bersikap realistis dalam mengelola kebugaran skuad demi menjaga peluang di seluruh kompetisi.
"Kami keluar sangat bahagia dengan apa yang dihasilkan tim, tetapi kami menyesal harus tertinggal lebih dulu di awal laga sekali lagi, hingga harus bangkit kembali," kata Cuca, Pelatih Santos.
Santos sempat mendominasi jalannya laga usai tertinggal lebih dulu oleh gol cepat Franco Posse di menit ke-4. Penyerang Gabriel Barbosa berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 memanfaatkan umpan Neymar, yang sekaligus menjadi gol ke-100 miliknya bersama Santos. Dua gol tambahan dari Barbosa di babak kedua batal disahkan wasit karena posisi offside tipis.
"Kami memiliki kapasitas lebih besar dibanding laga terakhir, kami memenangi banyak duel dalam laga yang sangat fisik di mana kami kehilangan dua pemain. Kami membalikkan keadaan dan tampil dominan menghadapi lawan yang belum pernah kalah di kompetisi ini dan baru kebobolan tiga gol," kata Cuca, Pelatih Santos.
Evaluasi terhadap dua gol yang dianulir membuat Cuca menyadari keunggulan tipis satu gol sangat berisiko. Namun, keterbatasan waktu pemulihan fisik memaksanya untuk mengambil langkah protektif pada laga-laga berikutnya.
"Dua gol offside tipis yang bisa saja memberi kami hasil lebih besar dan ketenangan. Sekarang kami menghadapi ketinggalan tempat dan perjalanan panjang minggu depan. Bagaimanapun, kami membawa keunggulan," kata Cuca, Pelatih Santos.
Pertandingan menghadapi Vasco da Gama dinilai menjadi prioritas mendesak bagi Santos untuk mengamankan posisi di liga domestik. Rentang waktu yang kurang dari tiga hari menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan komposisi pemain.
"Ini praktis wajib (membuat perubahan pemain), jika tidak kami akan kehilangan lebih banyak pemain. Tentunya kami akan melakukan itu. Kami bahkan tidak punya waktu 72 jam untuk bertanding melawan Vasco di laga tandang, sebuah laga yang sangat penting," kata Cuca, Pelatih Santos.
Meski melakukan rotasi, Santos menegaskan tidak akan melepas peluang melangkah lebih jauh di turnamen antarklub Amerika Selatan tersebut. Manajemen dan tim kepelatihan tetap membidik hasil maksimal pada laga leg kedua nanti.
"Di sana (Ekuador) juga bakal sangat rumit, tetapi kami ada di dalam persaingan, dan kelulusan ini penting bagi para profesional, bagi klub. Jika lolos babak ini, kami semakin dekat ke final yang merupakan target setiap klub besar, dan kami tidak akan melepas kompetisi mana pun, tetapi saya akan bertanggung jawab agar tidak kehilangan pemain lagi," kata Cuca, Pelatih Santos.
Di sisi lain, Neymar mengakui keunggulan pada leg pertama sangat penting bagi moral tim setelah beberapa laga tanpa kemenangan. Penyerang berusia 34 tahun itu turut menyumbangkan dua assist dalam laga tersebut, meski belum memastikan kehadirannya pada pertandingan di Ekuador.
"Penting untuk menang, sudah lama kami tidak meraihnya. Saya bisa membantu dengan assist, meskipun mencetak gol adalah hal yang paling saya sukai. Itu bukan malam yang gemilang, tetapi diselesaikan dengan baik," kata Neymar, Pemain Santos.
Mengenai kepastian berangkat ke markas Macara, Neymar menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada tim medis dan pelatih usai memantau benturan yang dialaminya.
"Saya tidak tahu. Saya mengalami benturan dan kami memiliki pertandingan penting pada hari Minggu. Kami akan menjalani laga demi laga dan kemudian melihat apakah saya akan pergi ke Ekuador," kata Neymar, Pemain Santos.
Pencapaian 100 gol Gabriel Barbosa menempatkan namanya di jajaran penyerang legendaris Santos sepanjang masa. Berikut daftar pencetak 100 gol atau lebih dalam sejarah klub Santos:
| Peringkat | Nama Pemain | Jumlah Gol |
|---|---|---|
| 1 | Pelé | 1091 |
| 2 | Pepe | 405 |
| 3 | Coutinho | 368 |
| 4 | Toninho Guerreiro | 279 |
| 5 | Feitiço | 215 |
| 6 | Dorval | 194 |
| 7 | Edu | 185 |
| 8 | Araken Patusca | 184 |
| 9 | Neymar | 158 |
| 10 | Pagão | 157 |
| 11 | Tite | 151 |
| 12 | Camarão | 147 |
| 13 | Antoninho | 144 |
| 14 | Odair | 135 |
| 15 | Raul C. Guedes | 120 |
| 16 | Vasconcelos | 114 |
| 17 | Robinho | 111 |
| 18 | Ary Patusca | 110 |
| 19 | Álvaro | 107 |
| 20 | Del Vecchio | 105 |
| 21 | Serginho Chulapa | 104 |
| 22 | João Paulo | 104 |
| 23 | Juary | 101 |
| 24 | Gabriel Barbosa | 100 |
Kemenangan di laga leg kedua atau hasil imbang akan memastikan langkah Santos melaju ke babak perempat final Copa Sudamericana 2026. Pertandingan penentuan antara Macara dan Santos dijadwalkan berlangsung di Stadion Bellavista, Ambato, Ekuador.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow