Dago Dairy Bandung Berhenti Beroperasi Akibat Kelangkaan Tenaga Kerja
Peternakan sapi perah Dago Dairy di kawasan Buniwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengumumkan penutupan operasional usahanya setelah hampir dua tahun mengalami krisis tenaga kerja. Keputusan tersebut diambil pengelola lantaran sulit mendapatkan pekerja dan tidak adanya generasi penerus usaha.
Krisis SDM yang dialami peternakan pengolah susu pasteurisasi dan yogurt ini dilansir dari Detik Food. Pemilik peternakan, Mark Hallet atau Mr. Mark, bersama istrinya Yanti menyampaikan kondisi tersebut melalui video di akun Instagram resmi peternakan @dago_dairy.
"Hampir dua tahun kami kekurangan karyawan. Anak muda tidak berminat untuk bekerja di peternakan," ujar Mr. Mark.
Keterbatasan jumlah staf memaksa pengelola menjalankan manajemen kerja secara ekstra agar peternakan tetap beroperasi secara harian.
"Saya harus bekerja dua shift. Saya tidak punya waktu untuk merawat sapi dengan baik atau memperbaiki kandang," lanjutnya.
Selain kendala operasional harian, keberlanjutan unit bisnis ini juga terbentur masalah regenerasi keluarga.
"Kedua putra kami tinggal di Australia. Mereka mencintai Indonesia, tetapi tidak ingin melanjutkan peternakan," ungkap Yanti.
Peternakan yang beroperasi sejak 2015 ini dikenal memproduksi susu segar organik serta menjadi destinasi wisata edukasi. Dago Dairy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pekerja serta jaringan mitra penyuplai, mulai dari kafe, toko roti, rumah sakit, hingga supermarket lokal yang selama ini mendukung usahanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow