Penelitian Ungkap Dampak Kecanduan Video Pendek pada Fungsi Otak

Smallest Font
Largest Font

Kecanduan video pendek telah menunjukkan dampak signifikan terhadap fungsi otak, khususnya dalam mengelola fokus dan pengambilan keputusan, demikian hasil berbagai penelitian terbaru. Studi dari Zhejiang University mengungkapkan bagian otak dorsal anterior cingulate cortex (dACC) dan dorsolateral prefrontal cortex (dlPFC) mengalami penurunan aktivitas saat menonton video pendek favorit hingga selesai. Dalam penelitian yang melibatkan 56 orang dewasa muda, ditemukan bahwa penurunan aktivitas di area tersebut berkaitan dengan kontrol kognitif yang berkurang ketika menikmati konten video pendek.

Meski begitu, peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak berarti video pendek merusak otak secara langsung atau menurunkan konsentrasi dalam jangka panjang.

Penelitian lainnya yang dianalisis oleh Mona, A, et al, menunjukkan kecanduan video pendek dapat mengganggu perhatian, pengendalian diri, serta pengambilan keputusan, terutama pada remaja dan orang dewasa muda. Hasil studi menyatakan, "Pengendalian diri yang kuat dapat menjadi faktor pelindung signifikan terhadap kecanduan video pendek," ujar Mona, A.

Namun, mereka dengan pengendalian diri rendah lebih rentan mengalami penggunaan berlebihan yang bersifat kompulsif dan impulsif, serta gangguan fokus. Kecanduan video pendek juga berdampak pada daya ingat dan kesehatan mental, termasuk kecemasan dan stres, seperti yang ditemukan dalam penelitian terkait TikTok.

Dr. Ryan, seorang ahli kesehatan otak, menjelaskan bahwa konsumsi konten berdurasi sangat singkat dapat membuat otak terbiasa mencari rangsangan baru secara cepat.

"Makanya orang gampang kecanduan sosial media karena mereka sudah habis dopaminnya.

Terus mereka akan selalu cari, selalu cari, selalu cari tapi enggak akan dapat kesenangan yang sama. Ya, akhirnya akan terus merasa haus, akan terus merasa ingin terus. Itu sebabnya kenapa sosial media bisa bikin orang jadi adiksi," ujar dr.

Ryan. Menurut dr. Ryan, konsumsi konten singkat yang terus menerus menyebabkan otak sulit mempertahankan fokus pada aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lama.

Dia menyarankan konsumsi konten berdurasi panjang seperti podcast atau materi pembelajaran dapat membantu melatih kemampuan konsentrasi.

Studi dari Universitas Tsinghua dan Zhejiang juga menemukan kecanduan video pendek meningkatkan tanda depresi, dan penggunaan yang tidak terkontrol dapat mengganggu kehidupan sosial dan pembelajaran. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana paparan konten yang sangat merangsang membuat korteks prefrontal otak menjadi kurang aktif, sementara bagian yang terkait dengan impuls terus aktif. Untuk menghindari dampak negatifnya, para peneliti merekomendasikan menetapkan batasan penggunaan, mengenali pemicu emosional, serta mengembangkan hobi yang memberikan kepuasan fokus yang lebih lama.

Langkah edukasi juga dilakukan di beberapa negara dengan memasukkan literasi media dan manajemen perhatian dalam kurikulum sekolah dan universitas.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed