Daniel Johan Tegaskan Peran Etnis Tionghoa dalam Sejarah Indonesia
Anggota DPR RI Komisi IV, Daniel Johan, menegaskan peran penting etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga kebudayaan nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Daniel Johan menyatakan bahwa bangsa Indonesia berdiri kokoh berkat kontribusi seluruh anak bangsa tanpa membedakan suku, agama, atau etnis. Ia menyoroti sumbangsih komunitas Tionghoa dalam berbagai aspek, dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan ekonomi dan pendidikan.
"Komunitas Tionghoa telah memberikan sumbangsih besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, pembangunan ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan nasional. Sejarah itu harus terus dirawat agar tidak hilang dari ingatan generasi penerus," ujar Daniel Johan.
Salah satu figur penting dari etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia adalah Djiaw Kie Siong, seorang warga sederhana dari Rengasdengklok yang bekerja sebagai petani dan pedagang bambu.
Meskipun berdomisili di lingkungan sederhana, keluarga Djiaw Kie Siong termasuk keluarga terhormat di Rengasdengklok. Rumahnya yang cukup besar dipilih sebagai tempat berlindung rombongan Sukarno dan Hatta saat merumuskan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945.
Rengasdengklok dianggap tempat yang aman dan jauh dari pengawasan tentara Jepang dan Jakarta saat itu. Di rumah Djiaw Kie Siong, para pemuda menculik Sukarno dan Hatta dan merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan.
Setelah perumusan, rombongan meninggalkan Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 untuk kembali ke Jakarta. Naskah proklamasi kemudian diketik ulang di Jakarta karena ketersediaan mesin tik di sana.
Hingga kini, keluarga keturunan Djiaw Kie Siong masih menjaga rumah tersebut yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dengan kepemilikan tetap berada di pihak keluarga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow