Diplomat AS Aksi Aksi Aksi Keluar Pertemuan PBB Protes Prancis

Smallest Font
Largest Font

Diplomat Amerika Serikat melakukan aksi walkout saat delegasi Prancis menyampaikan pidato dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York pada Senin, 27 Juli 2026. Langkah protes ini dipicu kritik tajam Prancis atas penolakan AS terhadap perpanjangan masa jabatan Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Türk.

Aksi keluar ruang sidang tersebut mempertajam ketegangan diplomatik antara Washington dan Paris. Hubungan kedua negara sekutu tersebut memanas setelah Misi Prancis untuk PBB di Jenewa mengkritik posisi AS dalam pemungutan suara PBB.

Prancis menilai AS bukan lagi menjadi pengusung hak asasi manusia dan berada di posisi terisolasi bersama beberapa negara lain. Sebagai tanggapan, pihak AS menilai kritik tersebut tidak mendasar dan menyampaikan penolakan keras atas tuduhan yang dilayangkan.

"AS pernah menjadi obor hak asasi manusia. Tidak lagi. Hari ini, AS berdiri bersama Korea Utara, Nikaragua, Mali & Rusia, terisolasi. Dan dunia tidak lagi mendengarkannya," tulis Misi Resmi Prancis untuk PBB di Jenewa.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz merespons pernyataan tersebut melalui media sosial. Ia menilai kritik Prancis merupakan upaya mengalihkan perhatian dari dukungan mereka terhadap pejabat PBB.

"Sangat mengecewakan — meski tidak mengejutkan — bahwa begini cara Prancis mengalihkan perhatian atas pemungutan suara mereka yang memalukan untuk memanjakan beberapa pelanggar hak asasi manusia terburuk," tulis Mike Waltz, Duta Besar AS untuk PBB.

"Prancis memilih seseorang yang telah menggurui demokrasi yang bebas dan berdaulat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Israel, sambil mendekati para penindas terburuk di dunia," tambah Mike Waltz, Duta Besar AS untuk PBB.

Dalam rapat Dewan Keamanan PBB, Perwakilan Alternatif AS Dan Negrea menegaskan delegasinya tidak akan mendengarkan pernyataan Prancis sebelum retorika tersebut dicabut. Ia menilai pernyataan Prancis tidak mencerminkan rasa hormat antarnegara sekutu.

"Hari ini, saya mengingatkan mereka bahwa Amerika Serikat-lah yang tetap menjadi obor kebebasan bagi dunia," kata Dan Negrea, Perwakilan Alternatif AS.

"Sebab itu, kami tidak akan memberikan mereka manfaat dengan mendengarkan omong kosong yang dipolitisasi ini sampai mereka merenungkan retorika yang merendahkan serta tidak sopan tersebut dan berperilaku sesuai dengan kursi mereka di dewan ini," ujar Dan Negrea, Perwakilan Alternatif AS.

Duta Besar Prancis untuk PBB Jerome Bonnafont tidak menyinggung aksi walkout AS saat memberikan pernyataan penutup. Ia menegaskan fokus Prancis adalah menjaga independensi dan kapasitas aksi lembaga dunia tersebut.

"Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk dengan tujuan bekerja menuju perdamaian dan keamanan internasional, hak asasi manusia, dan pembangunan," kata Jerome Bonnafont, Duta Besar Prancis untuk PBB.

"Semua itu membentuk semangat yang diusung Prancis dalam bekerja di PBB ... untuk melestarikan institusi ini, independensinya, serta kemampuannya bertindak melayani piagam, hak asasi manusia, dan perdamaian," tutur Jerome Bonnafont, Duta Besar Prancis untuk PBB.

Sebelumnya, Perwakilan AS untuk Manajemen dan Reformasi PBB Jeff Bartos mengritik sistem HAM PBB yang dinilainya kehilangan kredibilitas. Ia memperingatkan dampak reorientasi jabatan tersebut terhadap partisipasi AS.

"Sistem hak asasi manusia PBB telah kehilangan kredibilitas selama berdekade-dekade," kata Jeff Bartos, Deputi Duta Besar AS.

"Tn. Türk telah menuntunnya menuju pembaringan kematian," ujar Jeff Bartos, Deputi Duta Besar AS.

"Dan jika Anda memilih untuk menunjuk kembali Volker Türk untuk masa jabatan empat tahun, sistem ini akan mati," tambah Jeff Bartos, Deputi Duta Besar AS.

Jeff Bartos juga menyampaikan peringatan terkait konsekuensi keputusan prosedur PBB tersebut. Pihaknya menyatakan akan meninjau ulang komitmen keterlibatan maupun pendanaan.

"Jangan salah, jika majelis ini mentolerir pelampauan prosedur, kesepakatan ruang belakang, dan penyalahgunaan posisi PBB, akan ada konsekuensinya," kata Jeff Bartos, Deputi Duta Besar AS.

"Amerika Serikat akan segera menilai kembali keterlibatan, partisipasi, dan pendanaan kami," tegas Jeff Bartos, Deputi Duta Besar AS.

Di sisi lain, Perwakilan Tetap Irlandia untuk PBB Fergal Mythen menyampaikan dukungan penuh Uni Eropa terhadap kepemimpinan Volker Türk di lembaga HAM PBB.

"Uni Eropa percaya bahwa Tn. Türk secara terbukti telah memenuhi tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya secara efektif dan dengan integritas dalam cara yang obyektif serta tidak selektif selama empat tahun terakhir," kata Fergal Mythen, Duta Besar Irlandia untuk PBB.

Meskipun mendapat penolakan dari AS, Rusia, dan Israel, Majelis Umum PBB tetap mengesahkan perpanjangan masa jabatan Volker Türk melalui pemungutan suara dengan hasil 144 suara mendukung, 10 menolak, dan 13 abstain.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed