Jerman Gagal Amankan Kursi Dewan Keamanan PBB Usai Kalah Voting dari Portugal dan Austria

Smallest Font
Largest Font

Jerman dipastikan gagal meraih kursi dewan keamanan PBB sebagai anggota tidak tetap setelah tidak mendapatkan dukungan suara yang cukup dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada Kamis (4/6/2026) waktu New York. Kegagalan diplomatik ini menjadi pukulan besar bagi Berlin yang telah mengompanyekan pencalonannya sejak jauh-jauh hari.

Dalam proses pemilihan anggota tidak tetap DK PBB tersebut, Jerman harus merelakan dua kursi jatah wilayah Eropa Barat dan Negara Lainnya (WEOG) jatuh ke tangan kompetitornya. Dilansir dari DW, Portugal dan Austria kursi PBB berhasil dimenangkan setelah keduanya meraih dukungan mayoritas dua pertiga dari total anggota Majelis Umum yang hadir.

Kekalahan ini mengejutkan banyak pihak mengingat Jerman merupakan salah satu donor finansial terbesar di PBB.

Berdasarkan laporan resmi dari Markas Besar PBB, Jerman tidak mampu mengejar perolehan suara yang dikumpulkan oleh Portugal dan Austria sejak putaran pertama pemungutan suara dimulai. Ketatnya persaingan di kelompok regional Eropa Barat membuat posisi Berlin langsung tereliminasi.

Berikut adalah perincian hasil perolehan suara dalam pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk wilayah regional Eropa Barat:

Data Perolehan Suara Kelompok Regional WEOG 2026
Nama NegaraJumlah Perolehan SuaraStatus Kelulusan
Portugal145Lolos
Austria138Lolos
Jerman112Gagal

Kekalahan ini sekaligus memutus tradisi Jerman yang biasanya berhasil mengamankan kursi dewan keamanan setiap sepuluh tahun sekali.

Jerman gagal mendapatkan kursi di Dewan Keamanan PBB | Instituto Conhecimento Liberta

Faktor Penyebab Kegagalan Diplomasi Berlin

Banyak pengamat internasional mulai menganalisis mengenai "Kenapa Jerman tidak masuk dewan keamanan PBB" pada periode kali ini. Berdasarkan laporan dari IDN Times, salah satu penyebab utamanya adalah isu keterlambatan kampanye Jerman dapat kursi PBB yang membuat pergerakan diplomasi mereka kalah start dibanding Portugal.

Dampak Kebijakan Luar Negeri dan Keterlambatan Kampanye

Portugal dilaporkan telah memulai kampanye intensif mereka sejak lima tahun lalu, sementara Jerman baru bergerak masif dalam dua tahun terakhir. Selain masalah waktu, dinamika politik global terkait sikap Berlin dalam beberapa konflik internasional juga memengaruhi pilihan negara-negara anggota di Majelis Umum.

Menteri Luar Negeri Jerman dalam pernyataannya seusai sidang mengakui adanya hambatan diplomasi yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir.

"Kita harus realistis bahwa peta politik di PBB telah berubah, dan kampanye kita menghadapi tantangan besar di tingkat akar rumput global," ujarnya.

Kritik Terhadap Sistem Pemilihan PBB

Kegagalan ini juga memicu kembali perdebatan mengenai keadilan sistem keterwakilan di dalam tubuh organisasi dunia tersebut.

Beberapa sekutu Berlin menyayangkan kegagalan ini mengingat kontribusi Jerman dalam misi perdamaian global tergolong sangat besar.

Peta Keanggotaan Dewan Keamanan PBB Terkini

Dewan Keamanan PBB total memiliki 15 anggota yang terbagi menjadi dua kategori utama demi menjalankan fungsi menjaga perdamaian dunia. Publik sering bertanya mengenai "Siapa saja anggota dewan keamanan PBB" yang aktif memegang hak suara saat ini.

Struktur keanggotaan tersebut terbagi menjadi:

  • Anggota Tetap (P5): Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China yang memiliki hak veto.
  • Anggota Tidak Tetap: 10 negara yang dipilih secara berkala untuk masa jabatan dua tahun melalui variasi kelompok regional.

Dengan hasil pemilu terbaru ini, posisi Jerman resmi digantikan oleh Portugal dan Austria yang akan mulai menjalankan tugasnya di New York terhitung sejak 1 Januari 2027 mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed