Disdukcapil dan Sleman Gencarkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Smallest Font
Largest Font

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta melaporkan 44,99 persen penduduk yang sudah rekam e-KTP telah melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), atau sekitar 164.459 orang dari lebih 300 ribu yang terekam, Kamis (29/8/2026).

Upaya aktivasi IKD ini didorong melalui pemanggilan langsung warga secara by name by adres ke kecamatan masing-masing untuk melakukan aktivasi dengan bantuan petugas setempat.

Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, mengatakan, "Yang sudah aktivasi IKD itu 44,99 persen dari jumlah penduduk yang sudah melakukan rekaman KTP elektronik, atau sekitar 164.459 orang."

Dia menambahkan, "Kita tetap panggil 'by name by adres' setiap hari. Per kecamatan bulan ini kecamatan ini, dan seterusnya kecamatan mana. Jadi, kita melakukan jemput bola dengan melayani di tingkat kecamatan."

Septi menjelaskan program pemanggilan ini membuat warga merasa diundang dan diperhatikan sehingga banyak yang memenuhi undangan aktivasi IKD.

Manfaat aktivasi IKD terutama dirasakan oleh warga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), karena pendaftaran perlindungan sosial hanya dapat dilakukan melalui IKD.

"Jadi, keuntungannya terutama yang warga masyarakat, yang dia masuk dalam DTSN, ya itu kami harapkan untuk segera mengaktivasi IKD-nya, karena pendaftaran perlinsos itu hanya lewat satu pintu, yaitu lewat IKD," ujar Septi.

Selain itu, warga yang aktifkan IKD dapat mengakses berbagai layanan publik digital, seperti layanan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Banyak pelayanan publik yang sekarang sudah menggunakan IKD, seperti BPN. Sehingga kepada warga masyarakat diimbau segera untuk melakukan aktivasi IKD," tambahnya.

Di Kabupaten Sleman, program jemput bola GERUDUK x JEBOL TARGET berhasil mengaktifkan 85 IKD di Kelurahan Kayen, Condongcatur, pada Selasa (25/8/2026).

Kepala Disdukcapil Sleman, Agus Santoso, menyatakan, "Kami berharap dengan adanya layanan jemput bola ini, masyarakat lebih mudah dalam mengakses layanan kependudukan tanpa harus datang ke kantor."

Kegiatan ini melibatkan tim lapangan dan perangkat desa untuk memandu warga dalam proses aktivasi dan penggunaan IKD.

Program ini menjadi contoh bagi wilayah lain di Sleman untuk meningkatkan layanan kependudukan digital dengan target menjangkau lebih banyak masyarakat.

Di Condongcatur, Kapanewon Depok, permintaan aktivasi IKD meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, terutama karena kebutuhan aktivasi untuk pendaftaran perlindungan sosial secara mandiri.

Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan, mengatakan, "Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat yang datang untuk aktivasi IKD cukup banyak. Salah satu pendorongnya karena IKD diperlukan dalam pendaftaran Perlindungan Sosial secara mandiri."

Pelayanan aktivasi IKD di Kalurahan Condongcatur berlangsung Senin hingga Kamis pukul 08.00–15.30 WIB dan Jumat sampai pukul 14.30 WIB.

Petugas pelayanan IKD, Ririn Ardiana, menyampaikan tantangan melayani warga lansia yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, sehingga dibutuhkan pendampingan sabar dan bertahap.

"Pendampingan tersebut penting agar transformasi pelayanan berbasis digital tetap dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi," ujar Ririn.

IKD merupakan dokumen kependudukan digital yang dapat diakses melalui telepon pintar sebagai bukti dan otorisasi identitas serta memudahkan akses ke berbagai layanan publik digital.

Untuk aktivasi IKD, warga harus sudah rekam e-KTP, memiliki telepon pintar, email, dan nomor telepon aktif.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed