Dokter IDAI Izinkan Paracetamol untuk Anak Sakit Perut Sebelum ke Dokter

Smallest Font
Largest Font

Rasa panik kerap menghampiri orang tua saat anak mendadak mengeluh sakit perut dan menangis. Kekhawatiran akan timbulnya gejala radang usus buntu sering kali memicu keraguan dalam memberikan obat pereda nyeri di rumah, dilansir dari Detik Health. Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K), memberikan penjelasan terkait penggunaan obat pereda nyeri ringan sebagai tindakan awal.

"Sebagai orang tua atau orang awam, obat nyeri yang sederhana seperti paracetamol boleh saja untuk kasus sakit perut. Jadi, kalau kasus sakit perut yang biasa, sebagai obat penanganan pertama di rumah, obat nyeri seperti paracetamol itu bisa digunakan," kata dr Himawan dalam konferensi pers daring, Selasa (1/9/2026).

Pemberian paracetamol memang diperbolehkan, tetapi orang tua diwajibkan untuk jeli memperhatikan perkembangan kondisi anak secara berkala. Nyeri perut yang mengarah pada kelainan usus buntu biasanya memunculkan sejumlah tanda bahaya spesifik.

Rasa sakit pada usus buntu umumnya bersifat progresif atau terus memburuk dan menetap di area perut kanan bawah. Kondisi ini kerap disertai muntah-muntah serta peningkatan suhu tubuh anak. Area perut anak juga menjadi sangat sensitif dan terasa sakit meski hanya disentuh secara perlahan. Nyeri hebat bahkan akan muncul saat si kecil berusaha untuk berjalan.

"Nah, kasus-kasus yang seperti itu jangan ditunda untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi inti saya adalah, kalau ketemu tanda bahaya-bahaya yang tadi, perlu dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan," tegasnya.

Imbauan Tidak Melakukan Swadiagnosis Menggunakan AI

Tidak semua keluhan nyeri perut pada anak merujuk pada radang usus buntu. Gangguan pencernaan ringan atau diare juga bisa menjadi penyebab lain dari munculnya rasa sakit tersebut. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendiagnosis mandiri kondisi anak sangat tidak dianjurkan oleh pihak medis.

Konsultasi langsung dengan dokter ahli tetap menjadi jalur penanganan terbaik. "Memang tidak semua sakit perut itu usus buntu. Jadi jangan mentang-mentang karena lagi viral kasus usus buntu, jadi semua sakit perut dianggap usus buntu," pesan dr Himawan.

"Kalau bingung, jangan diagnosis sendiri, atau mentang-mentang tanya AI (Artificial Intelligence) dan ngobatin sendiri. Itu lebih baik diperiksa, karena dokter akan memeriksa langsung kondisi anak tersebut, apakah sakit perut ini bahaya atau tidak," pungkasnya.

Penanganan awal menggunakan paracetamol dapat diberikan guna meringankan rasa sakit sementara. Namun jika nyeri berpusat di kanan bawah dan disertai demam serta muntah, tindakan medis di IGD atau dokter anak terdekat harus segera dilakukan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed