Dokter Jiwa Tanggapi Tren Ear Seeds yang Populer di Kalangan Idol K-Pop
Aksesori kecil menyerupai mutiara atau kristal pada daun telinga kini marak dipakai oleh kalangan idol K-Pop. Fenomena ini terlihat pada penampilan Lisa Blackpink, Seungkwan dan Wonwoo Seventeen, Chaeryeong ITZY, hingga San ATEEZ yang tertangkap kamera mengenakannya.
Hiasan yang dinamakan ear seeds tersebut bukan sekadar aksesori estetika. Tren perawatan diri ini diklaim mampu membantu meredakan kecemasan hingga mengatasi demam panggung.
Menanggapi tren tersebut, psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Lahargo Kembaren, SpKJ, memberikan penjelasan medis seperti dilansir dari Detik Health. Menurutnya, ear seeds pada dasarnya merupakan salah satu bentuk akupresur telinga atau auricular acupressure yang bekerja dengan cara menekan biji atau pelet beberapa kali sehari.
Di luar mekanisme stimulasi saraf, efek relaksasi dari benda ini sangat dipengaruhi oleh ritual psikologis. Saat rasa panik muncul, tindakan menekan ear seeds di telinga bertindak sebagai grounding cue.
Aktivitas tersebut memaksa seseorang berhenti sejenak untuk mengatur napas. Hal ini membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengancam menuju sensasi fisik tubuh.
dr Lahargo tidak menampik kemungkinan hadirnya efek plasebo dalam penggunaan aksesori tersebut, sehingga efektivitas pastinya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
"Ketika seseorang percaya bahwa suatu tindakan akan membuatnya lebih tenang, otak dapat menghasilkan perubahan nyata dalam persepsi stres, ketegangan tubuh, perhatian, dan respons emosional," jelas dr Lahargo kepada detikcom, Senin (7/9/2026).
Efek plasebo dinilai bukan sebuah kebohongan karena respons ekspektasi penggunanya terbukti mampu memicu rasa tenang secara nyata.
Meski begitu, dr Lahargo menegaskan bahwa urusan kesehatan mental tidak boleh disederhanakan sekadar menjadi gaya hidup atau lifestyle aesthetic.
Ear seeds lebih tepat diposisikan sebagai praktik pendamping yang dipadukan dengan istirahat cukup, olahraga, dan latihan pernapasan, bukan sebagai metode terapi utama.
Penanganan gangguan kecemasan klinis atau anxiety disorder yang mengganggu aktivitas harian tetap wajib menggunakan terapi medis resmi, seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT) maupun obat psikofarmaka.
Secara umum, penggunaan ear seeds tergolong aman. Meski demikian, pengguna perlu mewaspadai potensi risiko iritasi kulit, rasa nyeri, pusing, hingga bahaya biji terlepas ke dalam liang telinga.
"Ear seeds boleh menjadi teman relaksasi, tetapi jangan sampai aksesorinya dirawat sementara sumber stresnya dibiarkan," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow