Dokter Ulfa Sebut Makanan Pembakar Lemak Cepat Hanya Mitos
Keinginan memangkas berat badan secara cepat kerap membuat klaim makanan atau minuman pembakar lemak menjadi populer. Namun, dokter spesialis gizi klinik meluruskan bahwasanya anggapan asupan tertentu mampu melunturkan lemak tubuh dalam waktu singkat tidaklah benar.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan tidak ada produk konsumsi yang mampu melenyapkan lemak secara instan. Makanan maupun minuman yang sering digadang-gadang tersebut sebenarnya hanya berfungsi sebagai pendukung atau booster program diet, seperti dilansir dari Detik Health.
Beberapa jenis makanan dan minuman memang memiliki mekanisme kerja yang membantu proses penurunan berat badan. Asupan tersebut bekerja dengan menaikkan laju metabolisme, meredam nafsu makan, serta memperlama rasa kenyang.
Contohnya, asupan tinggi protein memerlukan energi lebih besar saat dicerna sehingga tubuh merasa kenyang lebih lama. Makanan kaya serat juga bekerja melambatkan penceran dan mencegah keinginan mengudap.
Selain itu, kopi hitam jenis Americano serta teh hijau dapat menahan lapar sementara waktu berkat kandungan kafein dan antioksidannya.
"Tapi kalau misalnya habis makan atau minum tersebut tiba-tiba lemaknya hilang secara ajaib, itu tidak ada ya. Makanan dan minuman tersebut sifatnya hanya membantu program diet kamu," kata dr Yaze.
Risiko Bahaya Yoyo Effect
Proses penurunan berat badan memerlukan konsistensi dan tidak bisa tuntas hanya dalam rentang satu atau dua bulan. Dokter Yaze menjelaskan bahwa pembentukan gaya hidup sehat yang permanen membutuhkan proses minimal selama enam bulan.
Penerapan diet ketat jangka pendek yang dihentikan secara mendadak justru berbahaya karena memicu timbulnya yoyo effect pada tubuh.
"Ini membuat berat badan yang sempat turun akan melonjak kembali dengan cepat saat diet dihentikan. Bahkan, berat badan bisa naik hingga dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan sebelum memulai diet," ujar dr Yaze.
"Menjalani diet ketat selama 3 bulan lalu mendadak berhenti dan kembali ke kebiasaan lama justru sangat berbahaya karena memicu yoyo effect," tutur dr Yaze.
Kunci utama mencapai berat badan ideal terletak pada komitmen menjalankan pola hidup sehat secara konsisten, bukan bergantung pada klaim peluntur lemak cepat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow