Andrea Dovizioso Sebut Ducati Baru Menyadari Jiwa Kepemimpinan Marc Marquez
Mantan pembalap MotoGP Andrea Dovizioso menilai Ducati baru menyadari kualitas kepemimpinan Marc Marquez setelah tim asal Italia tersebut kewalahan menghadapi dominasi Aprilia pada GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone.
Dominasi pasukan Aprilia terlihat saat mereka menguasai panggung podium di Silverstone, sementara hasil terbaik Ducati diraih Alex Marquez yang finis di posisi keempat. Di sisi lain, Marc Marquez harus puas mengakhiri balapan di urutan ketujuh dan kedelapan pada rangkaian sesi tersebut.
Dovizioso menegaskan bahwa kepemimpinan pembalap berjuluk Si Alien tersebut terbentuk dari pendekatan kerja serta perencanaan matang di luar lintasan balap.
"Saya yakin Marc adalah seorang pemimpin karena caranya bekerja dan pendekatannya. Itulah sebabnya dia membuat orang-orang yang bekerja bersamanya merasa nyaman. Tentu saja bakatnya turut berperan ketika kita bisa melaju cepat dan segala sesuatu terasa lebih mudah bagi kita, semuanya menjadi lebih sederhana," ujar Dovizioso.
Ia menambahkan bahwa performa impresif pembalap Spanyol itu di lintasan didorong oleh analisis mendalam serta kerja keras tim di balik layar.
"Namun itu saja tidak cukup. Kalau kita mempelajari dan menganalisis perilakunya, kita akan melihat bahwa tindakannya terencana dan penuh perhitungan. Dia tidak sekadar turun ke lintasan dengan pikiran, 'saya akan tampil hebat dan meninggalkan semua orang jauh di belakang'. Ada banyak kerja keras di balik layar, sama halnya dengan banyak pembalap sukses lainnya yang memprioritaskan aspek-aspek ini," kata Dovizioso.
Pengalaman bersaing secara langsung di masa lalu membuat Dovizioso sudah lama menyadari kapasitas Marc Marquez, hal yang menurutnya baru dipahami oleh manajemen Ducati saat ini.
"Bagi saya, Marc adalah seorang pemimpin. Sekarang Ducati sudah memahami seperti apa Marc, sebelumnya mereka tidak melihat hal itu. Namun saat saya masih bersaing melawannya, saya memang melihatnya.
Saya tahu betapa kuatnya dia dan betapa hebatnya dia dalam hal ini. Ducati baru menyadarinya sekarang," ungkap Dovizioso.
Selain membahas internal Ducati, mantan pembalap asal Italia itu memberikan peringatan kepada kubu Aprilia agar memaksimalkan momentum keunggulan mereka selagi Marquez masih mengalami kendala teknis maupun fisik.
"Mereka harus memanfaatkan momen ini karena saat ini Marc Marquez yang bisa dibilang merupakan sosok yang paling mungkin menyulitkan mereka, sedang kesulitan. Entah karena motor Ducati sedikit kalah unggul di lintasan khusus ini, atau karena dia masih memiliki keterbatasan fisik," tutur Dovizioso.
Ia mengingatkan bahwa karakter lintasan Silverstone bersifat ekstrem sehingga Aprilia tetap harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin sebelum memasuki seri balapan berikutnya.
"Mereka harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin dalam balapan-balapan ini. Sebab nantinya, di Aragon misalnya, ada kemungkinan Marc bisa membuat perbedaan seperti yang dia lakukan di Sachsenring. Jadi ya, mereka harus melakukannya," ucap Dovizioso.
Karakteristik Sirkuit Silverstone dinilainya tidak bisa menjadi patokan tunggal untuk mengukur Peta persaingan antarpabrikan secara keseluruhan sepanjang musim.
"Silverstone adalah trek yang sangat unik. Sirkuit ini bukan trek yang bisa menunjukkan dengan tepat, bagaimana situasi sebenarnya sepanjang tahun karena karakteristiknya ekstrem, sangat lebar, dan menuntut di segala aspek. Namun menurut saya, Silverstone kembali mengonfirmasi kekuatan yang kita lihat di lintasan tahun ini.
Artinya, Aprilia memang sedikit lebih unggul dibandingkan Ducati. Meski begitu selisihnya tidaklah besar," kata tes rider Yamaha itu.
Mengenai pencapaian Alex Marquez yang gagal meraih podium dengan selisih tipis, Dovizioso mengapresiasi kemampuan manajemen bannya di lintasan.
"Alex yang sangat pandai mengelola cengkeraman ban, sebenarnya mampu meraih podium dan gapnya pun tipis. Hal itu mengisyaratkan bahwa perbedaan performa antar motor tidaklah sebesar yang terlihat. Kendati demikian, Aprilia sudah membuktikan keunggulan daya saing mereka karena para pembalapnya secara konsisten lebih mudah berada di barisan depan baik saat kualifikasi, sprint, maupun balapan utama," ujar Dovizioso.
Dovizioso juga memberikan perhatian khusus pada penampilan Marco Bezzecchi yang berhasil mengamankan podium ketiga usai bangkit dari cedera dan hasil buruk di empat seri sebelumnya.
"Menurut saya keputusannya berani mengambil risiko untuk mengamankan posisi ke-3, itu tepat. Hal itu menjadi bukti tambahan bahwa dia adalah seorang penantang gelar dunia. Itu akan menjadi modal berharga baginya dalam balapan-balapan mendatang.
Ini bukan sekadar soal tambahan poin yang dia peroleh, melainkan soal pendekatan dan mentalitasnya. Dia melakukan hal yang benar. Senang rasanya melihatnya begitu emosional, pemandangan yang luar biasa," kata Dovizioso.
Terkait peta persaingan perburuan gelar juara dunia, Dovizioso menilai Jorge Martin menjadi sosok yang paling siap memanfaatkan situasi.
"Kalau ditanya siapa pembalap Aprilia yang paling siap baik dari segi kemampuan maupun karena dia sudah pernah memenangkan gelar, jawabannya pastilah Jorge Martin. Lagipula, masih banyak balapan tersisa. Akan ada balapan di mana Ducati dan Marc benar-benar bisa membuat perbedaan, dan kita harus melihat bagaimana situasi-situasi tersebut ditangani," tutur Dovizioso.
Hingga seri ke-12 musim 2026, Jorge Martin memimpin klasemen sementara MotoGP dengan keunggulan 31 poin atas Marco Bezzecchi, sedangkan Marc Marquez menempati peringkat keempat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow