Dua Pekerja Diselamatkan dari Terowongan Proyek PLTA di Nepal Setelah 9 Hari

Smallest Font
Largest Font

Dua pekerja berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dari dalam terowongan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-3A di Nepal, sembilan hari setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada akhir Agustus 2026.

Kedua penyintas segera diterbangkan ke rumah sakit di Kathmandu, menurut Suresh Raut, pejabat senior Otoritas Kelistrikan Nepal. Diperkirakan ada 39 pekerja yang masih perlu diselamatkan dari dalam terowongan, namun jumlah yang masih hidup belum dapat dipastikan.

Tim SAR masih terus berusaha menyelamatkan pekerja yang terjebak dengan cara memompa udara ke dalam terowongan agar mereka dapat bernapas. Penyintas pertama yang dievakuasi adalah Sanjaya Shah, mandor mekanik di Otoritas Kelistrikan Nepal (NEA).

Suresh Chaudhari, rekan kerja Shah, mengungkapkan kebahagiaannya atas kabar ini.

"Saya sangat, sangat bahagia, saya telah menunggu kabar ini. Ini memberi harapan bahwa yang lain juga akan berhasil diselamatkan hidup-hidup," ujar Suresh Chaudhari.

Orang kedua yang berhasil diselamatkan adalah Kabir Maharjan. Amir Maharjan, saudara Kabir, menyatakan kegembiraannya.

"Saya sangat bahagia. Hati saya terasa lebih lega," ujar Amir Maharjan kepada kantor berita AFP.

"Seluruh keluarga sangat bahagia," tambahnya menurut Reuters.

Beberapa anggota tim SAR juga menceritakan pengalaman mereka saat berhasil berkomunikasi dengan para penyintas di dalam terowongan. Mereka mendengar suara samar dan memastikan untuk memberikan dukungan agar tidak panik.

Arnold Dix, pakar pembangunan terowongan yang terlibat dalam operasi penyelamatan, menjelaskan bahwa mereka menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk mencari lokasi pintu masuk terowongan yang tertimbun longsoran besar akibat banjir.

"Saya belum pernah mengetahui operasi penyelamatan yang mengharuskan kami mencari pintu masuk terowongan yang sebelumnya berada di lereng bukit, tetapi kini berada di bawah tanah," ujar Dix.

Setelah menemukan pintu masuk, tim harus menggali melalui puing lumpur dan batu besar serta menggunakan bahan peledak dengan risiko tinggi untuk membuka jalan menuju lokasi penyintas.

Dix memuji tentara Nepal yang mengendalikan ledakan dengan presisi untuk menjaga stabilitas terowongan. Tim juga mengalirkan air keluar dari terowongan menggunakan ekskavator dan pompa agar kondisi lebih aman.

Tim SAR kini telah menggali sekitar 60 meter dari pintu masuk dan masih harus menembus sekitar 150 meter lagi menuju stasiun pembangkit dalam gunung. Zona ini diharapkan menjadi lokasi para penyintas.

Dix memperingatkan risiko yang masih ada, termasuk kemungkinan banjir dari dua arah yang dapat membahayakan tim penyelamat.

"Ini merupakan kelegaan besar bahwa kami berada di jalur yang benar. Dan ini memberi kami energi baru bahwa pemikiran kami berhasil ... kami belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya," ujar Dix.

Tim SAR bertekad melanjutkan operasi penyelamatan meskipun tantangan berat masih menghadang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed