Eksplorasi Kuliner Legendaris Solo yang Bertahan Puluhan Tahun
Kota Solo di Jawa Tengah dikenal kaya dengan kuliner tradisional yang legendaris dan bertahan selama puluhan tahun, bahkan sejak masa Belanda.
Berbagai warung makan klasik di Solo tetap eksis dengan resep turun-temurun yang mempertahankan cita rasa asli. Berikut ini lima rekomendasi kuliner legendaris yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Solo, dikutip dari Detik Food.
Serabi Notosuman, berdiri sejak 1923, masih mengandalkan cara tradisional memasak serabi menggunakan tungku dan cetakan kecil. Rasa lembut dan autentik dari adonan tepung beras dan santan membuatnya tetap digemari. Warung ini berlokasi di Jalan Mohammad Yamin No. 28 dan buka mulai pukul 07.00 dengan harga terjangkau sekitar Rp3.000.
Es Dawet Telasih Bu Dermi
Sejak 1930, Es Dawet Telasih Bu Dermi menjadi minuman tradisional favorit di kawasan Pasar Gede. Minuman ini berisi bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan, cendol, dan biji telasih yang menyajikan rasa manis dan menyegarkan. Satu porsi ditawarkan seharga Rp10.000 dan warung ini pernah disambangi Presiden Joko Widodo.
Soto Triwindu
Dikenal dengan kuah bening yang gurih, Soto Triwindu telah ada sejak 1939 di Jalan Teuku Umar, Surakarta. Menu andalannya adalah soto daging sapi dengan pilihan lauk tambahan seperti empal, lidah, paru, babat, dan otak. Harga soto campur sekitar Rp18.000, sedangkan dengan nasi terpisah Rp23.000. Tempat ini juga menjadi favorit Presiden Jokowi.
Timlo Sastro
Timlo Sastro, yang buka sejak 1952 di persimpangan Pasar Gede, menyajikan hidangan berkuah kaldu bening dengan isi hati, ampela, ayam suwir, telur kecap, dan sosis Solo. Warung ini beroperasi dari pukul 06.00 hingga 15.30 dengan harga sekitar Rp25.000 per porsi. Timlo menggunakan jeroan sebagai bahan utama, berbeda dari sate biasa.
Sate Kere Mbak Tug
Sejak tahun 1950-an, Sate Kere Mbak Tug menawarkan sate berbahan iso, babat, ginjal, dan jeroan lain yang dibakar kemudian disiram bumbu kacang manis. Terletak di Jalan Arifin No. 63, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo, warung ini menjual satu porsi berisi 10 tusuk dengan harga sekitar Rp25.000, menjadi pilihan kuliner tradisional yang bertahan lama.
Kuliner-kuliner tersebut mencerminkan kekayaan rasa dan tradisi kuliner Solo yang tetap lestari hingga saat ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow