Fakta Cairan Merah pada Steak Bukan Darah, Ini Penjelasannya

Smallest Font
Largest Font

Cairan merah yang sering terlihat keluar dari steak ternyata bukan darah, melainkan campuran air dan protein yang disebut myoglobin. Kesalahpahaman ini cukup umum terjadi di kalangan penikmat daging.

Seperti dikutip dari laman Steak School, hampir seluruh darah hewan telah dikeluarkan saat proses pemotongan dan pengolahan daging. Oleh karena itu, cairan merah yang muncul ketika steak dipotong berasal dari jaringan otot, bukan dari darah hewan.

Myoglobin adalah protein yang mirip dengan hemoglobin dalam darah, keduanya mengandung zat besi yang membuat warnanya merah saat terpapar oksigen. Kandungan myoglobin ini yang memberi warna merah pada daging sapi dan cairan yang keluar saat steak dimasak atau dipotong.

Warna cairan merah pada steak bisa berbeda-beda tergantung usia hewan saat disembelih. Daging dari hewan yang lebih tua biasanya mengandung lebih banyak myoglobin, sehingga warna dan cairannya tampak lebih gelap.

Proses memasak juga berperan dalam perubahan warna myoglobin. Saat terkena panas, protein ini berubah warna menjadi lebih gelap seiring dengan berkurangnya kelembapan dalam daging. Ini menjelaskan mengapa steak yang dimasak lebih lama cenderung memiliki warna lebih gelap dan cairan yang keluar lebih sedikit.

Selain itu, cairan merah lebih mudah terlihat jika steak langsung dipotong setelah dimasak. Panas yang masih tersisa mendorong cairan tersebut ke bagian tengah daging. Oleh karena itu, disarankan untuk membiarkan steak beristirahat sekitar lima menit setelah dimasak agar cairan tersebar merata dan daging tetap juicy saat disajikan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed