FIFA Selidiki Insiden Keributan Leandro Paredes dan Gavi di Final
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan penyelidikan atas insiden kekerasan yang melibatkan gelandang Argentina, Leandro Paredes, terhadap pemain Spanyol pada laga final Piala Dunia 2026.
Sanksi tersebut menyusul tindakan agresif Paredes yang mendorong Eric Garcia sebelum menjatuhkan Gavi ke lapangan setelah wasit meniup peluit panjang akhir pertandingan. Laporan dari lavanguardia.com menyebutkan bahwa Argentina juga kehilangan Enzo Fernandez akibat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi.
Aksi tidak sportif dari pemain Boca Juniors itu memicu kecaman global, sekaligus menjadi bahan olok-olok oleh para pendukung Spanyol saat parade juara tim nasional di Madrid pada Senin, 20 Juli 2026. Di atas bus terbuka, Fabián Ruiz dan Lamine Yamal membentangkan spanduk bertuliskan ajakan duel tinju tiruan bertajuk "Velada del Año VII: Paredes vs. Gavi" yang merujuk pada acara hiburan milik kreator konten Ibai Llanos.
Spanduk yang dilemparkan oleh seorang penggemar tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari publik sepak bola. Melalui platform X, para penggemar sepak bola melontarkan kritik tajam terhadap perilaku punggawa tim nasional Argentina itu.
"Velada del Año VII: Paredes vs. Gavi" kata pesan dalam spanduk tersebut yang dilansir dari lavanguardia.com.
"Nos vemos" komentar Lamine Yamal sambil tertawa.
"A ver, yo quiero mucho a Gavi pero ahí no tiene nada que hacer eh, lo hunde" tulis seorang penggemar di platform X.
"En un mundo ideal Paredes no debería volver a pisar una cancha de fútbol. Primero agrede a Eric y luego como un macarra va a patear a Gavi en el piso. Cobarde y miserable" ungkap suporter lain mengecam tindakan tersebut.
"En conclusion, lo único que ganó ayer Argentina fue una tarjeta roja para Enzo Fernández, y una expulsión más multa por conducta violenta para Leandro Paredes. Eso, y el ridículo, fue lo único que lograron hacer" cuit netizen lainnya.
Kemenangan Spanyol melalui gol tunggal Ferran Torres memastikan gelar juara dunia kedua bagi tim nasional pria mereka setelah kesuksesan di Afrika Selatan pada 2010 silam. Proses investigasi resmi dari komite disiplin FIFA kini sedang berjalan untuk menentukan tingkat hukuman serta denda lebih lanjut bagi pihak yang terlibat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow