Gebu Minang Siapkan 5 Ton Rendang Korban Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau menggalang bantuan 5 ton rendang siap santap bagi warga terdampak gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur. Pengiriman bantuan pangan ini dilakukan secara bertahap untuk menjaga pasokan makanan korban bencana, seperti dilansir dari Detik Travel.

Pengumpulan bantuan berpusat di halaman kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat sejak 17 Agustus. Hingga Senin, sebanyak 700 kilogram rendang berhasil dikumpulkan dari donasi masyarakat dan pelaku usaha rendang lokal.

Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar menjelaskan bahwa pengolahan masakan tahan lama ini melibatkan kelompok ibu dan Bundo Kanduang secara bergiliran. Langkah pengiriman berkala diambil mengingat krisis logistik makanan tidak bisa diselesaikan dalam sekali distribusi.

"Setiap hari akan terus kita buat, kita bungkus terus. Mungkin tiga hari lagi ada kulkas datang lagi, kita kirim lagi. Jadi bertahap.

Kebutuhan makan mereka kan tidak satu kali makan. Biar makan terus, kita kirim terus," kata Fauzi.

Pemilihan rendang didasari pertimbangan kondisi darurat di lokasi bencana. Kerusakan rumah dan rusaknya fasilitas memasak warga membuat bantuan pangan siap saji menjadi prioritas mendesak.

"Orang ketika rumahnya runtuh, enggak cepat masak, enggak punya apa-apa. Nah, ini dengan nasi putih saja, dengan rendang sangat enak," kata Fauzi.

Dukungan atas aksi kemanusiaan tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadli Amran. Ia menilai masyarakat Sumatera Barat memiliki empati tinggi terhadap situasi bencana karena kerap mengalami kondisi serupa.

Pemerintah Kota Padang juga menginstruksikan penggalangan dana tambahan yang dikelola bersama badan zakat setempat. Skema ini dijalankan berdampingan dengan Gebu Minang Pusat dan LKAAM Sumatera Barat selama target dua minggu.

"Kita akan coba, khususnya di Kota Padang, kita akan coba galang. Nantinya juga akan kita minta yayasan ataupun Baznas membuka rekening seperti apa yang sudah kita lakukan untuk masyarakat yang terdampak," kata Fadli.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan perhatian khusus terhadap keamanan pasokan pangan sebelum didistribusikan ke lokasi bencana. Pengawasan ketat diterapkan pada seluruh produk bantuan makanan dari masyarakat.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan komitmen lembaga dalam mendampingi arus bantuan makanan bagi para korban gempa NTT.

"Tentu, Badan POM akan intervensi karena itu kewajiban kami. Hal yang lain juga kita berkoordinasi dengan berbagai macam lembaga yang berhubungan dengan makanan yang dikirim," kata Ikrar.

Ikrar menyebutkan sejumlah asosiasi warga turut berkoordinasi dengan BPOM untuk memastikan standar kelayakan bantuan pangan yang dihimpun.

"Badan POM membantunya dengan, pertama menyeleksi bahwa produk itu masih sesuai peruntukannya, belum kadaluwarsa, memenuhi syarat," kata Ikrar.

Seluruh bantuan makanan yang dikirimkan wajib melewati tahapan verifikasi kualitas demi keselamatan para pengungsi di daerah terdampak.

"Intinya, Badan POM hadir dan punya rasa empati yang sangat besar terhadap saudara kita yang mengalami bencana alam gempa bumi di sana," kata Ikrar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed