Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nusa Tenggara Timur dan Sebagian Labuan Bajo

Smallest Font
Largest Font

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada pagi hari, menyebabkan kerusakan pada banyak bangunan dan menimbulkan kepanikan di sejumlah tempat, termasuk kawasan wisata Labuan Bajo.

Gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan episenter di laut pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur, membuat getaran terasa sangat kuat di permukaan, terutama di Pelabuhan Maumere.

Video yang beredar memperlihatkan kepanikan warga dan pengunjung pelabuhan yang berlarian menjauh akibat getaran hebat yang menyebabkan plafon dan dinding retak serta jatuh. Sebuah jembatan penghubung di pelabuhan bahkan roboh ke air saat beberapa penumpang terjebak dan berpegangan di ujung tangga turun.

Di Labuan Bajo, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 06.13 WITA, sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo. Salah satu hotel, The Jayakarta Suites Komodo, mengalami kerusakan pada dinding dan tangga masuk, sehingga pihak hotel mengumumkan penutupan sementara untuk pemulihan. Seluruh tamu berhasil keluar dengan selamat tanpa korban jiwa.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan, termasuk rumah di Kelurahan Rabangodu Selatan, gudang Bulog, dan Masjid Hotel Mutmainnah yang plafonnya berjatuhan. Kantor Camat Lambitu di Kabupaten Bima mengalami kerusakan ringan berupa retakan dinding.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan bahwa lokasi episenter gempa berada di laut dengan kondisi geologi yang terdiri dari batuan gunung api dan sedimen. Lanskap wilayah yang beragam serta adanya tanah lunak membuat getaran gempa terasa lebih intens di area terdampak.

"Batuan yang telah mengalami pelapukan maupun sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi. Berdasarkan data tapak lokal Vs30, daerah sekitar episenter terklasifikasi dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat/batuan lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang), dan Kelas Tanah E (tanah lunak). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti potensi guncangan gempa bumi di area tersebut terasa lebih intens," ujar Lana Saria dalam keterangan tertulis.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed