Gempa 7,1 Magnitudo Sebabkan Runtuhnya Aeon Mall di Kumamoto Jepang
Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa sore, menyebabkan kerusakan parah pada Aeon Mall di kota Kashima dan membuat banyak orang terjebak di dalamnya, menurut laporan media lokal dan otoritas setempat.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat itu memicu runtuhnya lantai dua pusat perbelanjaan Aeon Mall serta ledakan yang diduga berasal dari dalam gedung. Banyak orang diperkirakan terjebak di lokasi tersebut, sementara lebih dari 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa beberapa orang terluka akibat gempa dan kebakaran serta kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan terjadi di wilayah tersebut.
"Kami masih melakukan pendataan untuk tingkat cedera dan kerusakan properti, tetapi saya menerima informasi bahwa ada beberapa orang yang terluka," ujar Takaichi.
PM Takaichi juga menyebutkan adanya pemadaman listrik dan kebakaran serta kerusakan gedung dan infrastruktur jalan yang terdampak gempa.
Polisi memperkirakan sekitar 20 hingga 30 orang belum dapat dihubungi di dalam Aeon Mall, dan operasi penyelamatan masih berlangsung meskipun petugas kesulitan memasuki gedung dari lantai pertama karena kerusakan berat.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa ini termasuk kategori gempa dangkal dengan intensitas seismik Shindo 7, tingkat tertinggi yang menunjukkan guncangan sangat keras yang mampu merusak bangunan tahan gempa.
Ahli kebencanaan Indonesia dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan gempa ini berhubungan dengan aktivitas sesar Hinagu, struktur sesar aktif di daratan Kumamoto yang juga menjadi penyebab gempa besar tahun 2016 di wilayah yang sama.
"Dampak dari guncangan Shindo 7 merusak berbagai infrastruktur publik serta pemukiman warga secara masif," kata Daryono, menambahkan bahwa kerusakan juga meliputi situs bersejarah seperti Kumamoto Castle dan Yatsushiro Castle Ruins.
Selain itu, gempa ini menyebabkan kebakaran di beberapa lokasi di Kumamoto dan pemadaman listrik yang mempengaruhi sekitar 48.000 rumah tangga.
KBRI Tokyo mengimbau seluruh warga negara Indonesia di Jepang, khususnya di Prefektur Kumamoto, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat sambil terus memantau perkembangan situasi melalui lembaga resmi seperti Japan Meteorological Agency.
"Kepada seluruh warga Indonesia di wilayah Prefektur Kumamoto agar tetap tenang dan waspada. Utamakan keselamatan diri dan keluarga serta terus memantau informasi resmi perkembangan situasi," ujar Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula.
KBRI juga menyatakan belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam gempa tersebut dan membuka hotline darurat untuk kebutuhan koordinasi dan bantuan.
Operasional transportasi umum, termasuk kereta cepat Shinkansen di Kyushu, dihentikan sementara sebagai langkah keselamatan. Jalan tol Kyushu juga mengalami kerusakan signifikan dengan bagian jembatan yang bergeser.
Gempa ini diperkirakan akan diikuti oleh gempa susulan sehingga masyarakat dan otoritas lokal diimbau tetap waspada.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow