Gerindra Respons Golkar Soal Gestur AHY Siap Maju Pilpres 2029
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menegaskan bahwa agenda Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih sangat jauh untuk dibahas saat merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengenai gestur Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Senin (7/9/2026).
Sorotan Golkar bermula dari pidato AHY saat perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026). Doli menilai gestur AHY memberi sinyal kuat siap menjadi salah satu pesaing politik pada Pemilu 2029.
Sugiat Santoso menyampaikan bahwa konsentrasi penuh dari seluruh jajaran partai politik saat ini seharusnya diarahkan untuk membantu penyelesaian berbagai masalah rakyat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Ya, yang dibutuhkan oleh bangsa saat ini adalah kesolidan seluruh elemen bangsa. Baik yang berada di pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan untuk bersama-sama bekerja mencari solusi terhadap semua persoalan-persoalan rakyat. Nah, apalagi kan Demokrat, Mas AHY adalah bagian dari pemerintahan," kata Sugiat Santoso, Juru Bicara Gerindra.
Sugiat menekankan bahwa pihak eksekutif maupun legislatif mestinya memprioritaskan amanat rakyat daripada memulai manuver politik pemilu.
"Ya, saya berharap setiap kita fokus saja menuntaskan kerja-kerja kita yang diamanahkan kepada kita, baik di legislatif maupun di eksekutif. Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama, kan gitu," kata Sugiat Santoso, Juru Bicara Gerindra.
Di internal Gerindra, pembicaraan mengenai Pemilu 2029 sama sekali belum pernah dilakukan karena seluruh pihak masih fokus menyukseskan program strategis pemerintah.
"Fokus bersama pemerintahan Pak Prabowo untuk menuntaskan persoalan-persoalan kerakyatan. Kalau memang ada temuan data fakta-fakta di lapangan terkait dengan kondisi rakyat, mari kita sama-sama mencari solusinya supaya itu bisa tuntas, kan begitu," ujar Sugiat Santoso, Juru Bicara Gerindra.
Ia menguatkan kembali bahwa Gerindra konsisten mengawal jalannya roda pemerintahan.
"Kalau pemilu kan masih lama, Pak Prabowo sendiri kan di internal Gerindra tidak pernah membahas apa pun terkait dengan pemilu. Kami masih fokus mengawal program-program strategis Pak Prabowo supaya bisa tereksekusi dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat," ujar Sugiat Santoso, Juru Bicara Gerindra.
Sebelumnya, Ahmad Doli Kurnia menilai pidato politik AHY yang menyinggung batasan kekuasaan secara substansi sudah tepat, tetapi memunculkan tafsir arah politik baru menuju 2029.
"Secara substansi, apa yang disampaikan oleh AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah dan hak serta kewajiban warga negara," kata Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Golkar.
Meski menyetujui isinya, Doli menyoroti sikap dan posisi AHY yang kini menjabat di dalam kabinet pemerintahan.
"Namun, dilihat dari cari penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang," kata Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Golkar.
Ia mengingatkan pentingnya tenggang rasa terhadap kesulitan ekonomi yang masih dialami oleh masyarakat luas saat ini.
"Padahal, kita semua saat ini, sebagai sebuah bangsa, sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Situasi yang dihadapi masyarakat juga tidak mudah. Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apa pun yang dihadapi," ujar Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Golkar.
Doli menilai dinamika politik saat ini sudah mulai memunculkan pergerakan awal dari berbagai poros kekuatan.
"Kesulitan yang dihadapi rakyat adalah tanggung jawab kita semua. Pemerintah, DPR, dan juga partai politik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Fenomena seperti itu semakin menguatkan bahwa ternyata 'magnet' Pilpres 2029 tak bisa terhindarkan lagi dan semakin terbuka. Sepertinya beberapa kekuatan sudah mulai pasang kuda-kuda," kata Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Golkar.
Sinyal politik dari Cikeas ini disandingkan Doli dengan pergerakan poros politik Solo yang sempat disampaikan Ketua Umum Projo Budi Arie.
"Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu 'poros politik' (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi 'poros politik' (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat. Padahal kedua poros ini sedang bersama-sama berada 'satu kapal' di dalam pemerintahan," ujar Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Golkar.
Ia juga mencermati peta politik dari poros lainnya di luar pemerintahan.
"Memang menjadi agak unik, bila dalam waktu dekat, salah satu 'poros politik' penting lain (Teuku Umar), tidak kunjung menyatakan siap bertarung pada Pilpres 2029. Buat kami, Partai Golkar, tentu kami menghormati apa yang menjadi agenda, sikap, keputusan, dan langkah setiap partai politik," kata Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Golkar.
Golkar menyatakan akan menghargai kedaulatan politik tiap partai sembari tetap fokus mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Itu adalah kedaulatan dan otoritas masing-masing partai politik. Kami saat ini, hingga 2029, tetap fokus untuk membantu mensukseskan seluruh program pemerintahan Prabowo-Gibran, membantu sekuat tenaga agar rakyat bisa segera keluar dari masalah yang dihadapi," kata Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Golkar.
Adapun pemicu polemik ini berasal dari kutipan pidato AHY mengenai sifat kekuasaan dalam sistem demokrasi.
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow