Gletser Raksasa di Nepal Runtuh dan Sebabkan Banjir Bandang
Bencana runtuhnya gletser raksasa terjadi di Pegunungan Himalaya Nepal, menyebabkan bongkahan es selebar 1.300 meter jatuh dari ketinggian 5.000 meter dan menciptakan danau alami yang kemudian jebol, memicu banjir bandang yang melanda desa di hilir kedua sisi perbatasan, dilansir dari Detik iNET.
Peneliti Jakob Steiner dari Universitas Graz, Austria, menyatakan hantaman es, batu, dan sedimen jatuh sejauh 1,2 kilometer, sementara air yang tertampung di danau alami tersebut akhirnya membanjiri wilayah hilir dan mengubur desa dengan lumpur.
Danau tambahan yang terbentuk pasca-bencana awal juga berpotensi jebol dan memperburuk kerusakan serta korban jiwa di wilayah terdampak.
John Pomeroy, Direktur Pusat Hidrologi Universitas Saskatchewan, menyebut peristiwa ini semakin sering terjadi akibat perubahan iklim yang menghancurkan infrastruktur alami di pegunungan.
"Ini terjadi dalam sekejap mata dalam hitungan sejarah Bumi, serta terlalu cepat bagi manusia untuk dapat beradaptasi dengan mudah," ujar John Pomeroy.
Manjueet Dhakal, ilmuwan iklim di Kathmandu, yang sempat melewati wilayah terdampak sebelum bencana, mengungkapkan betapa parahnya kerusakan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Nepal yang tersapu banjir.
Ia menjelaskan Himalaya memiliki lebih dari 63.000 gletser dan tekanan dari suhu global yang menghangat akibat emisi bahan bakar fosil mempercepat pencairan salju, perubahan pola hujan, dan penyusutan gletser.
John Pomeroy menambahkan, "Gletser-gletser sedang hancur berantakan." Selama kuartal pertama abad ini, Himalaya kehilangan 21 persen tutupan gletser akibat pemanasan planet, dan permafrost yang berfungsi sebagai perekat gunung turut mencair.
"Semua ini pada akhirnya berarti kita akan menghadapi kejadian seperti ini setiap tahunnya, di suatu tempat di dunia," kata Pomeroy.
Banjir bandang gletser di perbatasan Nepal-Tibet tahun lalu bukan berasal dari runtuhnya gletser besar, melainkan dari fenomena banjir bandang danau gletser (GLOF) yang sering terjadi di seluruh dunia.
GLOF terjadi ketika air yang tertahan oleh bendungan alami es dan sedimen meluap atau jebol akibat hujan deras, longsoran salju, atau tanah longsor yang memicu banjir.
Meski fenomena alami, pemanasan global memperbesar ancaman ini dengan mempercepat hilangnya es dan meningkatkan volume danau gletser.
Studi di jurnal Nature memperkirakan sekitar 15 juta orang hidup dalam radius 50 kilometer dari danau gletser yang berisiko mengalami GLOF, sebagian besar berada di wilayah Himalaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow