Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Tetap Berstatus Siaga Level III
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan statusnya dinyatakan Siaga Level III dengan kode merah untuk penerbangan, dilansir dari Detikcom.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa status Siaga sudah ditetapkan sejak awal Juli 2026.
Gunung Anak Krakatau merupakan hasil aktivitas Gunung Krakatau yang meletus hebat pada 1883 dan memicu tsunami setinggi 20 meter di pesisir Lampung dan Banten, membentuk kaldera besar tempat Anak Krakatau tumbuh.
Menurut Badan Geologi, aktivitas vulkanik baru yang menandai kelahiran Gunung Anak Krakatau terjadi pada 28 Desember 1927 di pusat kaldera dengan kedalaman 188 meter.
Sejak 1927 hingga 1930, Gunung Anak Krakatau mengalami belasan erupsi yang mendorong pertumbuhan tinggi hingga 300 meter di atas permukaan laut dan meluasnya wilayah daratan.
Sejak 1950-an, Gunung Anak Krakatau tumbuh pesat sekitar 13 cm per pekan atau 7 meter per tahun akibat aktifnya magma di zona subduksi di bawahnya, menurut Indonesiabaik.id.
Salah satu peristiwa penting terjadi pada 2018 ketika gempa memicu erupsi dan longsoran yang menyebabkan tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018.
Badan Geologi menyebutkan bahwa setelah tsunami tersebut, erupsi berskala rendah terus terjadi hingga 16 Desember 2023, membangun kembali struktur Gunung Anak Krakatau.
Jeda aktivitas berlangsung cukup lama sampai erupsi kembali terjadi pada 2 Juli 2026, sejak itu Gunung Anak Krakatau berada pada status Siaga Level III.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow